Pemerintahan

Tak Boleh Dipandang Sebelah Mata, Dewan Udayana Bergegas Ke Sumbawa

Mataram, Talikanews.com – Sebulan terakhir, Lombok telah diguncang gempa bumi yang menghancurkan ratusan ribu rumah penduduk, telan korban jiwa dan ratusan luka-luka. Bencana gempabumi itu pun meluas ke Pulau Sumbawa bekekuatan 6,9 Skala Ritcher (SR).

Dimana, kejadian tersebut, memporak-porandakan sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa (KS) dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Telat korban jiwa, rusak rumah warga bahkan hangus puluhan rumah diduga akibat arus pendek pada saat gempa.

Bencana itu yang menimpa Sumbawa itu mendapat perhatian para politisi yang ada di DPRD NTB, kalaupun bukan daerah pemilihan. Selaku Koordinator Nurdin Ranggabarani didampingi Baijuri Bulkiyah dan Busrah Hasan, langsung rapat sebagai bentuk upaya mengambil langkah nyata bersama unsure Pimpinan serta Anggota DPRD NTB termasuk dari Dapil 5 Sumbawa-KSB.

Rapat tersebut, memutuskan akan menyerahkan bantuan besok (Jum’at 24 Agustus 2018, Red), Ketua DPRD NTB juga meminta kepada komisi terkait untuk terjun melakukan kroscek di lapangan secara langsung, baik itu dari sisi situasi maupun kondisi terkini.

“Kita galang bantuan kemanusiaan. Komisi tehnis juga diminta untuk melakukan inventarisasi terhadap obyek-obyek infrastruktur milik pemerintah provinsi yang ada di dua kabupaten tersebut,” ungkapnya, Kamis (23/8).

Dia menjelaskan, inventarisasi itu dilakukan mengetahui apakah ada fasilitas pemerintah terdampak (obyek milik pemprov), apakah itu infrastruktur jalan, irigasi termasuk kantor-kantor pemerintah provinsi yang ada di dua lokasi tersebut kita akan lihat bagaimana situasi dan kondisinya.

Nurdin juga memaparkan informasi berdasarkan data update 22 Agustus 2018 yang dihimpun media ini dari pihak BPBD NTB. Dampak akibat gempa dari awal hingga saat ini secara menyeluruh (NTB), yaitu jumlah korban meninggal dunia tercatat ada 555 orang.

Di Lombok Utara 446 orang, Lombok Barat 40 orang, Lombok Timur 31 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Sumbawa 5 orang dan Sumbawa Barat ada 2 orang.

Adapun jumlah pengungsi yakni 402.529. Berdasarkan data tiap daerah pengungsi di Pulau Lombok. Yakni Lombok Utara sebanyak 178.122 orang, Lombok Barat 116.453 orang, Lombok Timur 104.060 orang, Kota Mataram 18.894 orang dan Lombok Tengah 13.887 orang.

Sedangkan untuk jumlah pengungsi di Pulau Sumbawa khususnya Sumbawa dan KSB saat ini masih dilakukan pendataan lebih lanjut. Hal itu dikarenakan kedua daerah tersebut merupakan daerah yang baru terdampak.

Terkait jumlah penduduk atau korban yang mengalami luka-luka saat ini tercatat ada 1.478 orang. Kemudian, rumah yang mengalami rusak berat 76.765 unit. Sedangkan fasilitas umum dan tempat ibadah yang rusak tercatat sebanyak 1.229 unit.(TN-04)

Related Articles

Back to top button