Nasional

JK : Waktunya Lombok Bangkit Dari Menangis Ke Berkeringat

Mataram, Talikanews.com – Wakil Presiden RI H. M. Jusuf Kalla menyampaikan, sudah saatnya masyarakat Lombok NTB bangkit dari ketakutan pasca diguncang gempa berkekuatan 7 SR, dari menangis ke berkeringat.

Dia menjelaskan maksudnya Lombok dari menangis ke berkeringat yakni, pemerintah pusat dalam hal ini Presiden sudah meminta kepada semua Kementerian untuk memulai rehabilitasi kondisi Lombok setelah tanggap darurat.

“Presiden minta bangun rumah masyarakat dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa, supaya dari menangis ke berkeringat untuk bangun Lombok kembali” ungkapnya, di Mataram, Selasa (21/8).

Sapaan JK itu menjelaskan, ada pun yang dipreoritaskan yakni rumah masyarakat korban gempa dan fasilitas umum sekolah, masjid, kantor. Untuk besaran anggaran disiapkan pemerintah pusat, bagi rumah rusak berat mendapatkan Rp 50 juta. Sedangkan rusak sedang Rp 25 juta, rusak ringan 15 juta.

“Proses pembangunan akan diawasi Kementerian PUPR. Pembangunan akan dimulai pekan depan, langsung dikerjakan oleh masyarakat itu sendiri, di bantu siswa SMK jurusan pertukangan, Mahasiswa UGM dan Mahasiswa Unram,” kata dia.

JK memaparkan, sebanyak 70 ribu rumah terdata rusak, namun angka itu akan diversifikasi oleh tim sehingga perkiraan rumah tahan gempa akan dibiayai perbaikan oleh pemerintah sekitar 50 ribu.

“Anggaran yang disiapkan pemerintah jelas sesuai jumlah rumah dan sudah disiapkan oleh Kementerian Keuangan,” tuturnya.

Menurut Jusuf Kalla, pembangunan rumah tersebut dipastikan tuntas 6 bulan. Soal rekonstruksi diperkirakan setahun.

Disinggung soal material pembangunan karena, kalau dari Lombok sendiri jelas tidak mungkin melihat kondisi? Bagi JK, sebagian material akan di datangkan dari luar seperti Surabaya.

Mobilisasi material, akan minta bantuan pengusaha dari Surabaya dan akan buatkan depo material di masing-masing kecamatan. Yang jelas lanjutnya, sebanyak 5000 ribu rumah siap dibangun pekan depan.

Bagaimana dengan korban gempa di Pulau Sumbawa, banyak teriakan pemerintah terkesan memandang sebelah dalam penanganan korban? Dipertegas JK, soal bantuan ke pulau Sumbawa, tergantung pak gubernur, kan baru mulai bencana gempa disana.

“Nanti lah setelah pendataan dan ada laporan, tidak ada istilah anak emas dan lain sebagainya,” tutup JK. (TN-04)

Related Articles

Back to top button