Sosial

ACT Gunakan Moment HUT RI Ajak Masyarakat Lombok Merdeka Dari Bencana

Mataram, Talikanews.com – Pasca guncangan gempa 7 SR yang melanda Lombok pada 5 Agustus lalu. Dengan spirit kemerdekaan Republik Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT), melalui direktorat Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) mengajak masyarakat Lombok untuk “Merdeka dari Bencana”. Syarat utamanya adalah dengan membangun kesiapsiagaan masyarakat untuk hadapi bencana.

“Selama mindset kita dalam hadapi bencana masih “menunggu” bencana tiba, dengan berfokus pada fase emergency response, maka sama artinya kita masih belum merdeka dari bencana. Karena secara mentalitas sudah kalah (oleh bencana, red). Akan tetapi, bila kita ubah mindset kita dengan kesiapsiagaan bencana, maka secara mental kita akan lebih tangguh, dan ketangguhan itu lah yang mendorong kita bisa merdeka dari bencana,” ungkap Chief of DMII, Wahyu Novyan.

Dia mengatakan itulah sebabnya DMII-ACT membuat program khusus, yaitu Mobile Disaster Education (MDE) demi kesiapsiagaan masyarakat Lombok untuk hadapi potensi bencana di masa depan dan harus digelorakan.
Wahyu menegaskan, MDE ini di desain khusus sebagai program edukasi kesiapsiagaan bencana, yang memiliki daya jelajah tinggi dan jangkauan luas. Dengan model edukasi keliling, berupa satu paket armada dan alat pendukung edukasi bencana, memungkinkan MDE untuk bebas dan leluasa menyasar beragam segmen, mulai dari usia SD hingga dewasa.

“MDE kami desain sebagai jawaban atas kebutuhan edukasi kesiapsiagaan bencana secara luas. Bisa masuk ke komplek perumahan, ke sekolah-sekolah, ke wilayah perkantoran, rumah-rumah ibadah, bahkan termasuk pos pengungsian seperti di Lombok ini, “ kata dia.

Dimana, dalam satu unit MDE, terdiri dari 3 fungsi alias 3 in 1. Ada fungsi mobile library untuk membangun literasi bencana, ada fungsi mobile story telling untuk bangun sisi afeksi masyarakat, dan juga ada fungsi mobile disaster simulation untuk membangun kebiasaan baru (new habit), dan basic skill yang lebih siaga bencana.

Bertepatan dengan perayaan HUT RI ke-73, ACT merilis program tersebut di SMK PP Negeri Mataram, NTB. Sebagaimana diketahui, pulau Lombok pasca gempa kuat yang mengakibatkan 400 ratus lebih jiwa melayang dan hampir setengah juta warga mengungsi, masih digoyang ratusan gempa susulan.

Menurut kajian tim DMII, ini adalah momen yang tepat untuk mengedukasi masyarakat tentang urgensi membangun kesiapsiagaan bencana.

“In syaa Allah program ini akan menjadi salah satu wujud nyata kami, DMII-ACT dalam memerdekakan bangsa kita dari bencana, yaitu dengan membangun kesiapsiagaan bencana di nusantara,“ pungkasnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button