Pariwisata

Delapan Langkah Dispar NTB Recovery Pariwisata

Mataram, Talikanews.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB, didukung Kementerian Pariwisata, pemangku kepentingan (stakeholder) pariwisata yang ada di NTB. Menggelar Rapat Koordinasi Pasca Gempa Lombok untuk menyiapkan Delapan Langkah Recovery Destinasi Pariwisata.

Rekor itu dihadiri Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI yang khusus bahas proses pemulihan pariwisata NTB khususnya Lombok.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh. Faozal menyampaikan maksud digelarnya rapat koordinasi tersebut yakni untuk memetakan keadaan Amenitas, Atraksi dan Aksesibilitas pariwisata Lombok pasca gempa yang berlangsung beberapa waktu lalu.

“Kami ingin 3A (Amenitas, Atraksi dan Aksesibilitas) kita bisa dipetakan secepat mungkin agar dapat mengetahui langkah strategis pemulihan,” ungkapnya, Rabu (15/8).

Dia menjelaskan, setidaknya terdapat Delapan langkah jangka panjang yang akan dilakukan untuk memulihkan keadaan 3A itu.

“Kita punya delapan langkah, sejauh ini yang telah dan sedang berlangsung. Pertama, kami melakukan pengecekan terkait kondisi dermaga penyebrangan baik di Teluk Nare maupun Gili Trawangan. Kedua, inventarisasi amenitas pariwisata, inventarisasi daya tarik pariwisata, serta pemulihan citra melalui promosi pariwisata,” paparnya mendeskripsikan empat poin awal.

Selanjutnya, diharapkan adanya renovasi amenitas dan daya tarik yang berdampak adanya kebijakan terkait perpajakan bagi para pelaku industri pariwisata. Kemudian, memfasilitasi dan mengawasi pinjaman lunak selama proses recovery, terakhir diharapkan adanya program pelatihan dalam rangka peningkatan SDM Pariwisata di daerah yang berdampak.

Faozal juga menyepakati adanya tim recovery seperti halnya yang pernah diberlakukan di Bali beberapa waktu lalu, yang selanjutnya akan bertugas untuk membantu pemulihan pariwisata Lombok.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Ricky Fauzi juga sepakat dihadirkan tim recovery seperti yang disampaikan Dispar NTB, namun menggunakan istilah yang terkesan lebih positif, seperti halnya tim recovery di Bali.

“Kami menyetujui adanya tim recovery pariwisata Lombok. Tapi mungkin, kita gunakan nama yang lebih positif. Jika berkaca dari Bali, maka istilah yang digunakan adalah Tourism Hospitality, atau bagus juga usul Kadis yaitu Lombok Bangkit,” ujar dia.

Dia justru menekankan adanya tahap-tahap mitigasi pariwisata yang berlaku sejauh ini.

“Terdapat tiga tahap dalam mitigasi pariwisata. Pertama, tahap tanggap darurat. Kedua, tahap rehabilitasi dan tahap normalisasi. Kita harus lakukan secara bertahap dan Dispar NTB sudah memikirkan semua ini,” paparnya.

Rakor tersebut membuahkan hasil bahwa sepakat untuk berkolaborasi agar Pariwisata Lombok Siap untuk Bangkit kembali.(TN-04)

Related Articles

Back to top button