Nasional

PUPR Bangun Puskesmas dan Sekolah Darurat Gempabumi

Lombok Utara, Talikanews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diminta agar segera mendirikan puskesmas, masjid, dan sekolah darurat, termasuk rumah sakit darurat di Terminal Tanjung, Lombok Utara untuk para korban gempabumi 7 SR.

“Ada 140 sampai 150 gedung sarana umum yang harus kita bangun. Sementara ini 20 dulu tersebar yang rusak berat,” ungkap Staf Ahli Bidang Keterpaduan Pembangunan Kementerian PUPR Achmad Gani Ghazali Akman yang didampingi Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Sumadilaga di Posko Utama Penanganan Darurat Bencana (PDB) di Lapangan Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (13/8).

Dia menjelaskan, khusus untuk pembangunan rumah sakit darurat, memerlukan waktu sekitar dua bulan, sedangkan sekolah dan puskesmas memerlukan waktu pembangunan sekitar dua hingga tiga pekan.

“Yang kita utamakan yakni rumah sakit darurat karena dianggap penting demi memberikan pelayanan kesehatan bagi korban gempa, baru dilanjuti fasilitas pendidikan darurat sambil menunggu rehabilitasi pasca gempa,” kata dia.

Dia mengaku, ada pun kendala yang dialami mempercepat pembangunan itu yakni, paling soal barang-barang yang dibawa dari Jakarta, Surabaya, Bali ke Lombok, jaraknya jauh-jauh, karena di Lombok tidak tersedia. Sehingga butuh waktu lama.
Kendati demikian, Kemen PUPR tetap memprioritaskan kebutuhan korban seperti pengadaan air bersih.

“Kalau melihat kondisi, secara umum rusak berat, yang paling dibutuhkan para korban yaitu itu air bersih,” ujar Gani.

Dia menyebutkan, sejak gempa pada Minggu (29/7) yang melanda sejumlah wilayah di Lombok Timur dan Lombok Utara, Kementerian PUPR telah membuat posko di Sembalun dan Sambelia, Lombok Timur. Bencana yang kembali melanda pada Ahad (5/8), di mana Lombok Utara menjadi wilayah paling parah, Kementerian PUPR juga membuka posko di Lapangan Tanjung, Lombok Utara.

“Dari kemarin kita sudah kirim air bersih dan lebih masif lagi ke depannya,”

Ia menyampaikan, Kementerian PUPR telah menyediakan 400 tandon air yang akan mendistribusikan air bersih ke sejumlah lokasi terdampak dengan 14 unit mobil tangki air.

“Air bersih ini kan untuk kebutuhan warga memasak, wudhu, itu yang kita prioritaskan,” tambahnya.

Dia melanjutkan, untuk pengadaan MCK mengalami sedikit kendala lantaran banyak warga yang tidak bersedia tanahnya dijadikan tempat dibangunnya MCK. Jalan keluarnya dengan mendirikan MCK di lapangan terbuka. (TN-04)

Related Articles

Back to top button