Daerah

Bupati KLU Instrusikan Buka Kantor Pelayanan Darurat, Bagaimana Yang Lain?

Lombok Utara, Talikanews.com – Sejak diguncang gempabumi berkekuatan 7 SR pada Minggu (5/8) kemarin. Kondisi perkantoran di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengalami rusak parah. Hampir sepekan pelayanan kantor sempat lumpuh. Kalau pun demikian, tidak menyurutkan niat para pimpinan OPD bahkan kepala daerah untuk tetap bertugas.

Demi memberikan pelayanan kepada masyarakat, Bupati KLU H. Najmul Akhyar menginstruksikan semua OPD atau kantor pelayanan untuk membuat Kantor Darurat yang terintegrasi dengan layanan publik.

“Hari senin kemarin (13/8), mulai banyak ASN yang masuk kantor, untuk menata dan membenahi kantornya masing-masing,” ungkap pelaksana tugas bagian Humas dan Protokoler Pemkab Lombok Utara, Mujadid Hunas, Selasa (14/8).

Disinggung bagaimana dengan aktifitas pelayanan bupati dan pimpinan DPRD Lombok Utara sendiri? Sapaan Deddy itu membenarkan kegiatan bupati dan pimpinan Dewan Ni Wayan Sri Pradianti, nantinya akan menggunakan kontainer milik PT Gudang Garam, yang terpasang dibelakang kantor bupati tempat beraktifitas.

Dijelaskannya, kantor dari material kontainer itu bagian dari kantor lainnya. Kementerian PUPR juga membantu pembangunan kantor sementara pada areal persawahan milik Pemda yang lokasinya di belakang. Untuk dinas-dinas yang memiliki halaman luas, dibuatkan kantor tenda, kerja sama dengan BNPB.

“Betul, bagian Umum sudah siapkan fasilitas kebutuhan bupati dan pimpinan Dewan gunakan Kontainer itu,” kata dia.

Pak bupati dan pimpinan Dewan beraktifitas melayani masyarakat gunakan kontainer.

“Ini dari PT. Gudang Garam memberikan bantuan kontainer untuk nantinya dijadikan kantor sementara,”

Dijelaskannya, PT. Gudang Garam sendiri menyalurkan bantuan CSR ke Pemprov Jawa Timur berupa sejumlah bak kontainer yang kemudian dihibahkan ke Lombok Utara guna menyediakan ruangan sementara. Karena, gempa 7 SR tersebut tidak hanya hancurkan rumah warga tetapi juga Kantor Bupati hingga Gedung Dewan.

“Kontainer itu nanti digunakan sebagai ruang kerja bupati, wakil bupati, pak sekda, dan ketua dewan. Yang penting kami sudah menerima dulu bantuan ini,” tuturnya.

Lebih jauh Deddy memaparkan, Bak kontainer sepanjang 6 meter tersebut multifungsi. Selain dijadikan kantor, nantinya bak tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai ruang operasi dan lain sebagainya.

Sementara untuk pelayanan OPD sendiri menyusul menggunakan tenda yang akan diberikan oleh BNPB pusat. Hal ini untuk menalangi berjalannya proses di birokrasi sementara waktu sembari menunggu masa recovery berlangsung.

“Yang penting bisa melayani dulu dan toh juga terpusatnya di kantor kontainer,” tuturnya.

Sementara itu, pelaksana teknis PT. Gudang Garam Agunk mengaku bawa bak kontainer sekitar 20 ke Lombok. Delapan di antaranya telah diserahkan kepada pemerintah Lombok Utara dan sisanya diberikan ke RSUP NTB dan RS Kota Mataram untuk dimanfaatkan sebagai ruang operasi pasien sementara waktu.

“Yang multifungsi mau dipakai sebagai tempat tidur, kitchen, tinggal menyesuaikan saja,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button