Nasional

Jokowi Tinjau Korban Gempa Langsung Nginap Di Lombok Utara

Lombok Tengah, Talikanews.com – Presiden RI Ir H Joko Widodo tinjau korban gempabumi Lombok yang berkekuatan 7 SR pada Minggu (5/8). Presiden RI ke 7 itu tiba di lapangan umum super smar pukul 17.30 wita, di dampingi gubernur NTB, TGH Zainul Majdi, Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian.

Begitu tiba, Jokowi langsung masuk posko darurat bencana, diterima Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, kemudian menceritakan kondisi korban gempa, berapa meninggal dunia, luka-luka, rumah rusak dan kebutuhan pengungsi.

“Ada 436 yang meninggal dunia, sebanyak 1.353 orang luka-luka dan ratusan ribu rumah rusak, bisa dikatakan rata dengan tanah. Maaf pak presiden, ini pun data sementara, karena tim masih melakukan pendataan di lapangan,” papar sapaan Rizal depan orang nomor 1 di Indonesia itu.

Setelah mendapatkan penjelasan, Jokowi keliling kondisi bangunan Kantor Bupati Lombok Utara yang hancur akibat guncangan gempabumi. Setelah itu, presiden yang dikenal gaya biasa masuk ke tenda perawatan korban luka tepat depan kantor bupati.

Presiden pun sempat menanyakan keadaan pasien yang dirawat ditenda tersebut. Setelah itu, langsung naik kendaraan ke Presidenan.

Untuk diketahui, presiden Joko Widodo Senin (13/8) pukul 13.20 WIB, bertolak menuju Pulau Lombok melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, guna melihat secara langsung penanganan korban gempabumi 7,0 Skala Richter yang mengguncang Pulau Lombok pada Minggu 5 Agustus 2018 lalu. Dalam kunjungan kali ini, Presiden Jokowi berencana menginap di tenda pengungsian seperti para pengungsi lainnya.

Dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Jokowi tiba di Bandar Udara Internasional Lombok, Praya, Lombok Tengah sekitar pukul 16.08 Wita, Presiden disambut Gubernur NTB TGB. HM. Zainul Majdi dan dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU, melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Lombok Utara yang merupakan daerah paling terdampak karena berdekatan dengan pusat gempa.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga hari ini menyebutkan 436 orang meninggal dunia akibat gempa bumi 7,0 SR itu. Dimana korban meninggal dunia itu tersebar di Kabupaten Lombok Utara 374 orang, Lombok Barat 37 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Timur 12 orang, Lombok Tengah 2 orang dan Kuta Lombok 2 orang.

Sementara korban luka-luka tercatat 1.353 orang, dengan rincian 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Korban luka-luka paling banyak terdapat di Lombok Utara yakni sebanyak 640 orang.
Berdasarkan data dari Posko Tanggap Gempa Lombok hingga Senin ini, tercatat 352.736 pengungsi. Sebaran pengungsi terdapat di Kabupaten Lombok Utara 137.182 orang, Lombok Barat 118.818 orang, Lombok Timur 78.368 orang, dan Kota Mataram 18.368 orang.

Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat kerusakan fisik yang meliputi 67.875 unit rumah rusak, 606 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. Hasil sementara hitung cepat kerusakan dan kerugian akibat gempa di NTB mencapai lebih dari Rp 5,04 trilyun.

Di Kabupaten Lombok Utara Presiden akan meninjau dapur umum, trauma healing, posko pengungsian korban bencana, dan rumah sakit lapangan. Presiden juga akan menyerahkan bantuan secara langsung kepada para korban.
Setelah itu, Presiden akan menuju tenda untuk bermalam dan melanjutkan agenda kerja keesokan harinya.

Sebelumnya, saat memimpin rapat terbatas tentang penanganan bencana alam di NTB pada Jumat (10/8) di Kantor Presiden, Kepala Negara ingin jajarannya memastikan segala kebutuhan para pengungsi dan korban terdampak gempa terpenuhi.

“Untuk penanganan pengungsi dan korban gempa saya minta untuk dipastikan ketersediaan logistik, tenda, selimut, makanan, terutama makanan untuk bayi, obat-obatan, pasokan air, serta yang berkaitan dengan listrik,” ucap Presiden saat itu, seperti rilis dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan ke NTB, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono dan Staf Khusus Presiden Siti Ruhaini Dzuhayatin. (TN-04)

Related Articles

Back to top button