Sosial

Ini Jawaban BPBD NTB Soal Dorongan Status Bencana Nasional

Mataram, Talikanews.com – Dorongan agar status darurat bencana menjadi bencana nasional dari berbagai kalangan masyarakat, tokoh politik dan lainnya kepeda pemerintah daerah provinsi NTB.

Agar penanganan bencana gempabumi lombok yang memakan ratusan korban jiwa dan ratusan ribu rumah masyarakat hancur lebur. Ternyata bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB bahwa, status itu tidak perlu.

Kepala BPBD NTB, H Muh Rum mengatakan, mengapa harus mengejar status bencana nasional kalau dengan status yang sudah ditetapkan oleh pemerintah provinsi yakni darurat bencana masih mampu, selain itu sudah mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat.

“Status provinsi saja sudah dapat dukungan penuh dari pusat. Berarti, tidak perlu status bencana nasional, bantuan pusat juga tetap ada, ” ungkapnya, Sabtu (11/8).

Dia menjelaskan, status nasional itu dibutuhkan jika pemerintah provinsi sudah mati suri atau tidak berdaya dalam menangani korban gempa.

“Jangankan provinsi, teman-teman kabupaten/kota juga masih exis kok menangani dampak gempa, ” kata dia.

Sapaan Rum itu pun balik bertanya kepada media terkait alasan tidak mau meningkatkan status darurat bencana menjadi bencana nasini.

“Saya balik bertanya apa yang ingin kita cari dengan peningkatan status itu?,” cetus dia sambil tersenyum.
Bahkan, sambil mengguyoni media, Rum menyatakan “kalau antum (kamu, red) masih percaya, saya siap, hehe”. Ketika terus dikejar, apakah pemerintah provinsi masih mampu menangani bencana? Rum pun balil bertanya, menurut antum gimana? Hehe.

“Antum (kamu, red) bayangkan seperti apa sih kalau status nasional itu ada,” tutupnya.

Disatu sisi, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi kembali memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa lombok selama 14 hari terhitung Minggu (12/8/2018) hingga Sabtu (25/8/2018).

Hari ini Sabtu (11/8) sudah memasuki hari keenam pascagempa magnitudo 7,0 mengguncang wilayah Lombok, hingga saat ini penanganan darurat masih terus dilakukan.

Kepala Pusat Data informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, masih banyak permasalahan dalam penanganan gempa yang harus diselesaikan sampai saat ini yakni masih adanya korban yang harus dievakuasi, pengungsi yang belum tertangani dengan baik dan gempa susulan yang masih terus berlangsung.

“Perpanjangan masa tanggap darurat membuat ada kemudahan akses untuk pengerahan personel, penggunaan sumberdaya, penggunaan anggaran, pengadaan barang logistik dan peralatan, dan administrasi sehingga penanganan dampak bencana menjadi lebih cepat,” kata dia.

Dia menegaskan, jumlah korban gempa bumi yang meninggal dunia terus bertambah yang terus dicatat BNPB.

Diperkirakan jumlah korban meninggal akan terus bertambah karena masih ada korban yang diduga tertimbun longsor dan bangunan roboh, serta adanya korban meninggal yang belum didata dan dilaporkan ke posko. (TN-04)

Related Articles

Back to top button