Sosial

Data Korban Jiwa Gempa Lombok Simpang-Siur

Mataram, Talikanews.com – Data korban jiwa akibat gempabumi yang berpusat di Kabupaten Lombok Utara pada Minggu (5/8) hingga saat ini masih simpang siur. Data yang direlis BNPB dan BPBD sebanyak 131orang meninggal dunia.

Sementara data dari TNI yang tersebar dimedia sosial sebanyak 381 orang meninggal dunia, lain halnya data dari Pemda KLU (BPBD KLU,red) sebanyak sebanyak 347 orang. Kemudian statemen Gubernur NTB dan Basarnas sebanyak 226 orang.

Terkait hal itu, Kepala BPBD NTB, H Muh M Rum menegaskan, karena ada data yang beredar berbeda selaku Wadanstagas dan Kalak BPBD harus segera klarifikasi dari 3 versi data MD yang berbeda.

Dirinya mengaku sudah menggelar rapat koordinasi untuk sinkronisasi data yang meninggal dunia. Ada sebanyak 319 orang meninggal dunia yang terlaporkan akan tetapi, setelah diversifikasi sebanyak 257 orang. Oleh sebab masih proses pendataan akurat agar tidak terjadi perbedaan data.

“Saya menyatakan data MD sampai saat ini 257 orang, real. Itu hasil rapat semoga tidak ada yang usil lagi,” sentilnya.

Disinggung soal tambahan korban Gempa susulan Info kekuatan 6.2 SR pada Kamis siang 9 Agustus pukul 13:25:32 Wita, Lokasi 8.36 Lintang Selatan ,116.22 BT (6 km BaratLaut LOMBOKUTARA-NTB), kedalaman 12 Km.

Dimana, sesuai penjelasan BMKG, saat Gempa pertama kekuatan 7 SR, scala getarannya hanya 4 MMI. Akan tetapi, Gempa susulan berkekuatan 6,2 SR mempunyai scala getaran lebih besar mencapai 5 MMI. Artinya efek penghancurnya lebih besar dari yang pertama? Rum mengaku, belum ada korban jiwa kalaupun getaran besar, karena belum ada laporan.

Dia meminta dengan hormat ketika ada informasi yang keluar terkait hal-hal yang sensitiv, supaya melalui komandan Posko tanggap darurat bencana gempa pulau lombok yang telah di SK kan oleh Gubernur NTB.

“Jika ada data yang kurang pas, tolong japri ke kami untuk dilakukan koreksi, jangan langsung dishare kemana-mana,” pintanya.

Berbeda halnya dengan data yang disampaikan oleh pelaksana tugas bagian humas dan protokoler Pemkab Lombok Utara, Mujadid menegaskan, Khusus di Kabupaten Lombok Utara, berdasarkan rekap dari para Camat sesuai perintah Bupati, sebanyak 347 orang meninggal dunia.

“Ini data sementara per tanggal 8 Agustus 2018, soal tambahan data gempa susulan samoai saat ini belum updat. Data yang kami sama itu belum termasuk data atas nama Ninda. Intinya tim sedang melakukan pendataan,” cetusnya.

Dia menjelaskan, data itu merupakan hasil pertemuan para camat bersama Bupati Lombok Utara terkait korban meninggal dunia terdampak gempa, dengan rincian untuk di Kecamatan Gangga sebanyak 54 orang, Kecamatan Kayangan 171 orang, Kecamatan Bayan: 11 orang, Kecamatan Tanjung, 54 orang dan Kecamatan Pemenang: 57 orang

“Total data sementara sebanyak 347. Para camat terus mendata dan memberikan laporan hasil dilapangan,” ujar dia.

Mengenai pendataan rumah tempat tinggal korban, pemerintah daerah setempat bersama jajaran masih tahap proses.

“Yang jelas, ribuan rumah rata dengan tanah, belum fasilitas umum, sekolah dan lainnya, ” ujar sapaan Dedy itu.

Dedy menambahkan, belum terhitung jumlah korban luka-luka yang mencapai ratusan orang. Sehingga, Pemerintah Kabupaten setempat bersama instansi lainnya, terus berupaya melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kebutuhan pokok bagi korban.

Bagaimana dengan hasil rapat Pemda KLU dengan BPBD NTB yang memutuskan jumlah final meninggal dunia sebanyak 257 orang? Dia mengaku tidak ikut rapat, yang jelas data MD di KLU saja sesuai rekap dari para Camat sebanyak 347 orang.

Soal bagaimana pola pendataan BPBD, itu merupakan ranah sendiri. Pada intinya, dan MD pemda KLU tetap 347 orang, itu pun terhitung tanggal 8 Agustus. (TN-04)

Related Articles

Back to top button