Daerah

Apa Kabar Sirkuit Motor GP KEK Lombok?

Mataram, Talikanews.com – Pembangunan Sirkuit Motor GP yang direncanakan tuntas tahun 2019 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok ternyata belum bisa dipastikan. Pasalnya, sampai saat ini, para pihak seperti Indonesia Tourism Development Coorporation (ITDC) masih melakukan pembicaraan soal desain dengan Investor asal Perancis.

Komisaris PT ITDC, H Lalu Gita Ariadi menyampaikan, pembangunan sirkuit itu masih dalam roses desain perencanaan. Kalau melihat dari hasil rapat internal di ITDC, ada angin segar terhadap realisasi sirkuit yang akan jadi kebanggaan masyarakat NTB itu.

“Yang jadi pertimbangan, jangan sampai ada persoalan dikemudian hari karena, akan disinkronkan dengan konsep texholiday,” ungkapnya.

Yang jelas lanjutnya, berita gembira yang perlu diketahui publik bahwa, perusahaan Vensi dan Qatar sudah siap investasi di KEK. Malah, beberapa waktu lalu, presiden sempat bertanya berapa kebutuhan anggaran ITDC. Negara juga sudah berikan penyertaan modal sebanyak Rp 250 miliar, dimana kekurangan akan dianggarkan pada Penyertaan Modal Negara (PMN). Selebihnya, ITDC mencari pendanaan sendiri dan kebetulan ada kepercayaan dari bank dunia.

“Yang jelas, Optimis terbangun karena, secara teknis, ITDC sudah kunjungan ke otoritas pemegang sirkuit. Sehingga, ground breking akan terjadi setelah penentu kebijkan bertemu dan fix,” kata dia.

Gita mengaku, Negara telah memberikan kemudahan bagi investor untuk berinvestasi di KEK Mandalika Lombok. “Komunikasi ITDC bukan hanya dengan investor Perancis melainkan investor Qatar juga,” ujarnya.

Sebelumnya, Prancis akan menggelontorkan dana senilai 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 6 triliun untuk pembangunan 7 hotel dan sirkuit berstandar internasional sekelas MotoGP di lahan KEK Mandalika Lombok Tengah.
Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumberdaya, Luhut Binsar Panjaitan saat berkunjung ke Kantor ITDC Lombok Tengah, beberapa bulan lalu.

“Ada investasi dari Prancis itu di KEK Mandalika sebesar Rp 6 triliun untuk hotel dan sirkuit MotoGP di depan presiden kedua negara,” ujar Luhut.

Presiden Joko Widodo telah menuntaskan perjanjiannya dengan Presiden Prancis Francois Hollande belum lama ini. Di mana bentuk kerjasama tersebut dilakukan antara BUMN Indonesia (PT Indonesia Tourism Development Corporation) dan BUMN Prancis.

Begitu halnya dengan, Direktur ITDC Abdulbar Mansoer mengatakan pembangunan hotel dan sirkuit tersebut akan memakan lahan seluas 120 hektare. Selain itu, pra sarana lain semisal Masjid juga masuk di dalamnya.

Kawasan KEK Mandalika diharapkan akan menjadi Nusa Dua di Indonesia. Hal ini tentu saja akan meningkatkan perekonomian khususnya daerah Lombok.

“Masa pembangunan investasi Perancis ini akan memakan waktu 2 tahun, direncanakan 2019 sudah tuntas,” cetusnya saat itu.

Lain halnya dengan Direktur bidang pengembangan PT. ITDC, Edwin Darmasetiawan. Dia menjelaskan, PT ITDC telah menandatangani MoU dengan penyelenggara Moto GP sebagai bukti keseriusan membangun sirkuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta Lombok Tengah, NTB.

Pihak ITDC memiliki tugas utama membangun semua persiapan sesuai master plan yang sudah ditetapkan berdasarkan peraturan pemerintah dan saran dari Kementerian Koordinator Kemaritiman.

“Rangkaian pembangunan KEK termasuk Sirkuit Motor GP harus dimulai dari master plan, Amdal. Khusus sirkuit sudah di survei lahan oleh konsultan Moto GP milik BUMN Prancis untuk proses pembangunan selanjutnya,” terangnya belum lama ini.

Edwin menegaskan, dengan sudah masuknya beberapa investor termasuk perusahaan Prancis, diharapkan tidak ada gangguan. Jangan sampai kontra produktif dengan upaya pemasaran yang pernah dilakukan ITDC.

Dia memaparkan, sirkuit Motor GP yang akan dibangun itu hanya beberapa di Asia, termasuk di KEK Mandalika. Tidak di Bali atau Palembang, sehingga harus menjadi sebuah kebanggaan masyarakat Lombok.

Edwin mengaku, penyelenggara Moto GP sengaja memilih KEK sebagai lokasi pembangunan sirkuit karena akan mengkombinasikan antara olahraga dengan pemandangan dan keindahan alam.
Luas lahan yang diambil seluas 120 hektar dengan panjang street sirkuit bukan close sepanjang 40 kilo meter melingkar. Sirkuit tersebut akan digunakan saat event saja, kemudian keseharian akan dijadikan fasilitas jalan dalam kawasan.

Keberadaan sirkuit dengan luas 120 hektare akan mampu menampung 150 ribu penonton. Terlebih dalam setahun direncanakan akan digelar delapan event sehingga, dipastikan mampu menjaga rate hotel.

“Sirkuit itu di desain kelilingi bukit, penonton bisa menyaksikan balapan melalui bukit kemiringan 350 derajat dan belum ada sirkuit seperti itu di dunia,” cetusnya.

Edwin menambahkan, besaran Investasi asing yang masuk di KEK sekitar Rp 6 triliun. Sehingga, ITDC hanya pemanfaatan lahan saja karena modelnya disewakan. (TN-04)

Related Articles

Back to top button