Daerah

Pasca Gempa, Lombok Terancam Dilanda Kekeringan Ratusan Hari

Mataram, Talikanews.com – Setelah gempa berkekuatan 6,4 skala richter (SR) mengguncang NTB, kini NTB kembali menghadapi bencana baru. NTB akan memasuki Hari Tanpa Hujan (HTH) ratusan hari.

Kepala BMKG Satsiun Mataram, Agus Roiyanto menyampaikan berdasarkan data BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, dari Monitoring HTH, di Pulau Lombok dan Sumbawa umumnya didominasi kategori panjang hingga kekeringan.

Namun ada beberapa wilayah yang mengalami HTH dalam kategori sangat pendek di wilayah Lombok Tengah, Lombok Timur, Dompu, dan Sumbawa serta terdapat hujan pada tanggal update-ing data yaitu di pos hujan Dompu.

Sementara untuk HTH yang masuk dalam kategori kekeringan ekstrim juga meliputi sebagian wilayah seperti Kabupaten Lombok Tengah, Praya Tengah (120 hari) dan Mujur (107 hari). Di Kabupaten Lombok Timur seperti daerah Jerowaru (128 hari), Pringgabaya (114 hari) dan Labuhan Pandan (100 hari).

Untuk dipulau Sumbawa terdapat di Kabupaten Sumbawa yaitu Sebewe Moyo Utara, Moyohilir (masing-masing 111 hari), Lape (104 hari) dan Stamet Sumbawa (100 hari).

Kabupaten Dompu di Pajo (118 hari) dan Kilo (103 hari), Kabupaten Bima di Madapangga (120 hari) dan Woha (109 hari) dan Kota Bima seperti Asakota Jatiwangi (102 hari)
Sementara terkait kondisi dinamika atmosfer, menurut Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Afriyas Ulfah, kondisi Suhu Muka Laut di perairan NTB menunjukan kondisi netral cenderung dingin, ENSO dalam kondisi netral, tetapi ada potensi El Nino lemah pada akhir tahun 2018.

“Analisis angin menunjukkan angin Timuran masih mendominasi wilayah NTB. Kondisi tersebut mengakibatkan mengurangi peluang terbentuknya awan-awan konvektif hujan di sebagian besar wilayah NTB. Pergerakan Madden Jullian Oscillation (MJO) saat ini tidak aktif,” ujar Agus kemarin di Mataram.

Peluang terjadinya hujan >20 mm/dasarian pada dasarian I Agustus 2018 di wilayah NTB secara umum kecil yaitu berkisar <10%. Hal ini menandakan peluang curah hujan hanya berkisar 0 – 20 mm.

“Dengan kondisi hari tanpa hujan yang begitu panjang, sehingga perlu diwaspadai terjadinya kekeringan yang berdampak pada berkurangnya ketersedian air di sebagian besar wilayah NTB,” pungkasnya. (TN-04)

Related Articles