Sosial

Update Terbaru Terjadi 26 Kali Gempa Susulan Di Lombok

Mataram, Talikanews.com – Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya Lombok supaya tetap waspada terhadap gempa bumi susulan. Sejak terjadi gempa berkekutan 6,4 SR minggu lalu, Lombok, masih ada gempa susulan walaupun berkekuatan kecil, Rabu (1/8) saja terjadi 26 kali. Update hingga tanggal 1 Agustus, terjadi sebanyak 422 kali.

Badan Meteorologi Kegologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mataram menyampaikan wilayah Lombok diguncang gempa bumi tektonik sebanyak dua kali yaitu sekitar pukul 06:25:55 WITA ,Rabu (1/8) .

Hasil analisa BMKG menujukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=2,5. Episenter terletak pada kordinat 8,78 LS dan 116,26 BT atau tepatnya pada jarak 9 km arah Barat Daya Lombok Tengah NTB pada kedalaman 12 km .

Kepala BMKG Mataram, Agus Riyanto mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempabumi ini, kata Agus dilaporkan telah dirasakan di daerah Bayan pada skala intensitas I SIG-BMKG (II MMI). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Karena, gempabumi tersebut tidak berpotensi tsunami.
Agus juga menyampaikan pada pukul 04.36.48 WITA pagi gempabumi tektonik terjadi. Gempa yang sebelumya itu malah berkekuatan M=3,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,84 LS dan 116,31 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 Km Tenggara Lombok Tengah pada kedalaman 11 km.

“Masyarakat tetap tenang dan waspada. BMKG berharap masyarakat jangan cepat terawa isu isu yang belum tentu benar,” pungkas Agus. (TN-04)

Related Articles

Back to top button