Pendidikan

Peringatan HUT Anak Nasional Di Loteng Angkat Permainan Tradisional Dan Cerita Rakyat

Lombok Tengah, Talikanews.com – Peringatan HUT Anak Nasional di Kabupaten Lombok Tengah terlihat sangat semarak, berlangsung tadi pagi sekitar pukul 08.45 wita di Alun-alun Tastura, Minggu (22/7) yang dihadiri oleh Sekda Loteng H. Nursiah dan FKPD Kab. Loteng dan dari Dirjen Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan tradisi Kemendikbud RI.

Peringatan kali ini menggelar kegiatan Internalisasi Nilai Tradisi Melalui Permainan Tradisional dan Cerita Rakyat yang merupakan kerjasama Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi, pada Direktorat Jenderal Kebudayaan, dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

Sebelum dibuka kegiatan ini, DRA Sri Lesteriati MM, Kasubdit pengetahuan dan ekspresi budaya tradisional direktorat kepercayaan Kemendikbud RI mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi terhadap keberadaan budaya-budaya lokal, khususnya permainan tradisional dan cerita rakyat, yang ada kecenderungan sedikit demi sedikit terabaikan oleh masyarakat khususnya generasi muda. Padahal di dalam kedua unsur budaya ini terkandung nilai-nilai luhur yang dapat membentuk sekaligus memperkokoh jatidiri dan karakter sebagai bangsa Indonesia.

Selain itu ditegaskan pula oleh Direktur kepercayaan terhadap Tuhan YME dan tradisi Kebudayaan Kamendikbud RI, Ir. Drs. Nono Adya Supriyatno, MM, MT yang mengatakan bahwa Indonesia kaya dengan memiliki banyak budaya lokal diantaranya situs candi kawasan benda dan structure, cagar budaya, musik tekhnologi tradisional dan Lombok paling kaya, dengan dongeng serta tradisi.

“Budaya dari luar sangat gencar dan mempengaruhi generasi kita, dan kita harus bangga dengan budaya kita sendiri dan perlu kita tetap lestarikan”, tegasnya.

Selain itu, Sekda Loteng H. Nursiah sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dan menekankan pula, bahwa seharusnya semua pihak memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap perkembangan maupun perlindungan anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa.

“Perlindungan anak bukan hanya domain pemerintah semata, namun menjadi tanggung jawab kita semua baik individu, kelompok masyarakat dan lembaga non pemerintah”, jelasnya saat membacakan sambutan Bupati Lombok Tengah.

Ditambahkan oleh Nursiah, dengan tumbuhnya kesadaran kita bersama terhadap perkembangan dan perlindungan anak, akan meminimalisir tindakan kejahatan yang seringkali menimpa anak-anak disekitar kita.

“Anak-anak sebagai generasi penerus harus dipupuk dengan hal-hal yang positif sejak dini, agar bisa membentengi kebudayaan asing yang saat ini melakukan penetrasi dilingkungan anak-anak kita”, pungkasnya.

Selanjutnya kegiatan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan permainan dari siswa-siswa sekolah dasar. (TN-03)

Related Articles

Back to top button