Politik

Jangan Anggap Keterwakilan Perempuan Hanya Pelengkap

Mataram, Talikanews.com – Salah seorang pengamat politik, Sri Karyati menilai, dalam dunia politik. Kerap kali, kaum perempuan hanya dianggap sebagai pelengkap untuk memenuhi Juata keterwakilan kaum perempuan.

“Saya menilai, fenomena perempuan didunia politik cenderung hanya sebatas pelengkap. Padahal peran perempuan sangat besar, contoh, terpilihnya Gubernur NTB, Dr Zulkiflimansah karena didampingi kaum perempuan, “ungkap Wakil Dekan I (satu), Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar, Mataram itu.

Dosen Tata Negara Universitas Al Azhar, melihat fakta tersebut tidak saja terjadi di NTB, bahkan hampir di 34 Provinsi. Dimana, kecendrungan perempaun dianggap tidak terbiasa tampil didepan. Dalam kontek politik kata Sri Karyati, ujung ujungnya perempuan hanya sebagai pelengkap saja. Hal itu disebabakan peran serta perempuan masih dipandang sebelah mata.

Pengmat Politik itu meminta para Skrikandi di NTB harus berkaca pada hasil Pilgub NTB tanggal 27 Juni lalu. Dimana, kemenangan Zul Rohmi juga disebabkan adanya figur perempaun yang dilihat oleh masyarat NTB.

“Ini yang seringkali tidak dilihat, seharunya Zul Rohmi menjadi satu contoh agar partisipasi politik perempaun justru lebih maksimal,” kata dia.

Jika melihat pada kontek partai politik, Sri Karyati melihat peran perempuan masih kurang disebabkan, masih minimnya pendidikan politik untuk level peremuan. Secara aturan, perempuan tidak ada masalah jika diberikan pendidikan politik. Hanya saja, yang jadi persoalan, sosialiasi tentang pemahaman politik dari para anggota DPRD mauapun pemerintah bahwa perempaun punya hak yang sama dalam berpolitk masih minim malah bisa dikatakan tidak ada.

Hal itu berampak pada perempuan tidak mau memberdayakan dirinya. Padahal peran perempuan di belantara politik sangat elok. Dia menambahkan, kalau melihat partisipasi politik pada Pilgub NTB beberapa waktu lalu. Malah, partisipasi pemilih itu muncul dari kalangan perempuan, dibuktikan dari kemenangan Zul-Rohmi.

“Ketika perempaun masuk partai hanya dijadikan pelengkap, dalam berpolitik hanya sebatas dijadikan seremonial saja,” ujarnya mantan staf ahli Badan Legislasi DPR RI itu.

Dia berharap, agar pemerintah khsususaya para anggota DPRD untuk memberikan pendidikan politik terhadap kaum perempuan. Karena, pada dasarnya, mereka juga memiliki hak yang sama di mata hukum. (TN-04)

Related Articles

Back to top button