Politik

Wakil Ketua DPD Demokrat NTB Eksodus Ke Nasdem

Mataram, Talikanews.com – Aneh tapi nyata, kata itulah yang patut di telurkan terhadap partai pecutan mantan presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, partai Demokrat khususnya di NTB. Bagaimana tidak, satu persatu pengurus partai yang ada di DPD Nusa Tenggara Barat eksodus ke partai Nasdem.

Sebelumnya pengurus DPC Lombok Timur, H Syamsul Lutfi loncat ke Nasdem. Kemudian, TGH. Hasanaen Juaini merupakan pengurus DPC Lombok Barat. Nama wakil ketua DPD Demokrat NTB, HMNS Kasdiono pun masuk di partai Nasdem untuk maju sebagai calon legislatif mewakili daerah pemilihan kota Mataram dan akan di daftarkan ke KPU oleh Nasdem sendiri.

Terkait hal itu, ketua Bapillu DPW Nasdem NTB, Ardani Zulfikar di konfirmasi membenarkan bahwa HMNS Kasdiono yang merupakan pengurus Demokrat NTB, kini sudah menjadi bagian dari Partai bentukan Surya Paloh.

“Perpindahan sudah di proses. Bahkan, sedang proses Silon sebagai calon legislatif Dapil Mataram, insya Allah, hari ini tuntas, ” ungkapnya Senin (16/7).

Dia menjelaskan, untuk Lutfi dan Hasanaen berkasnya sudah di proses. Terlebih Lutfi akan maju di tingkat DPR RI, Hasanaen sendiri DPRD Provinsi Dapil Lombok Barat -KLU . Mengenai alasan mereka pindah bisa langsung ditanyakan kepada bersangkutan.

“Yang jelas beliau tertarik karena Nasdem adalah partai masa depan dan memiliki prospek yang bagus,” kata dia.

Disinggung Kasdiono dipersiapkan Nasdem mewakili Dapil NTB untuk di RI? Ardani menegaskan tidak benar, yang benar itu untuk Dapil Kota Mataram.

Haji Muhamad Nur Said Kasdiono dikonfirmasi membantah maju di DPR RI Dapil NTB melalui Nasdem. Ketika dikejar informasi akan mewakili Dapil Mataram dari Nasdem dan alasan pindah partai? Ketua Fraksi Demokrat di DPRD NTB itu enggan menanggapi.

Ketua DPD Demokrat NTB, TGH Mahally Fikri dikonfirmasi via whatsapp pun enggan menanggapinya.

Disatu sisi, Sekretaris DPRD NTB, H Mahdi juga membenarkan ada informasi beredar bahwa banyakan politisi pada loncat partai dan akan maju tingkat DPR RI. Hanya saja, sampai saat ini, belum ada surat resmi ke pimpinan DPRD bagi mereka yang mengundurkan diri.

Dia memaparkan nama-nama anggota DPRD NTB yang akan berkompetisi level RI seperti, H Johan Rosihan, Iwan Suranbian dari PKS. Kemudian, dari partai Golkar yakni, H Humaidi, HL Wira Ginawan, sedangkan dari PPP, Hj Wartiah dan Nurdin Ranggabrani.

Untuk yang loncat pagar sesuai informasi, ada HMNS Kasdiono, politisi Demokrat, H Suharto merupakan politisi Hanura, H Burhanudin orang PKB, Baijuri Bulkiah politisi Demokrat, Hj Surya Hartin (Nasdem) dan H Ali Ahmad politisi PAN.

“Ini masih informasi karena belum ada surat resmi yang disampaikan ke pimpinan, ” ungkapnya Senin (16/7).

Mahdi menjelaskan, surat pengunduran diri dan pemberitahuan ke pimpinan DPRD NTB karena menyangkut keuangan bersangkutan yang harus dipertanggungjawabkan. Dimana, yang loncat partai ada kaitan dengan proses pergantian antar waktu (PAW) .

Terlebih ada beberapa syarat ketentuan bagi anggota dewan untuk di PAW seperti mengundurkan diri, meninggal dunia, dan diberhentikan oleh partai.

“Yang kita antisipasi, jangan sampai pembayaran gaji berjalan pada ujungnya mereka harus kembalikan. Karena, pengunduran diri tidak bisa secara lisan,” katanya.

Disinggung berapa pendapatan anggota DPRD NTB? Mahdi memaparkan, setiap anggota menerima sebesar Rp 50 juta lebih perbulan termasuk gaji dan tunjangan. (TN-04)

Related Articles

Back to top button