Nasional

Fahri Hamzah : Ini Bakal Nasib Zohri Jika Pilih ASN Atau TNI

Mataram, Talikanews.com – Wakil ketua DPR RI, Fahri Hamzah merasa resah jika atlet sprinter tercepat, Lalu Muhammad Zohri yang berhasil menjuarai Kejuaraan Dunia Atletik U-20 cabang lari 100 meter jika menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Tentara Nasional Indonesia (TNI-AD).

“Kalau nanti pilih ASN, pasti kemampuan sprinter itu rusak karena akan disuruh bawa surat dan map. Begitu halnya sebagai TNI, nanti disuruh berbaris sehingga kaku, ” ungkapnya via pesan singkat, Sabtu (14/7).

Oleh sebab itu, dirinya sangat berharap agar Zohri tetap memegang ruhnya yakni sebagai sprinter.

“Saya ingin Zohri ditangani khusus oleh pihak-pihak terkait, agar tetap menjadi juara dunia di manapun,” kata dia.

Dia menjelaskan, Zohri itu lahir sekali dalam ratusan tahun. Sehingga harus dijaga oleh semua pihak tertuma pemerintah.

Fahri khawatir Zohri ditawari menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang nantinya akan membuat Zohri tidak bisa mengembangkan di cabang olahraga lari. Dia menyayangkan jika Zohri ditawari tawaran menjadi PNS karena menurutnya bisa mengubur potensi Zohri yang luar biasa. Untuk itu, Fahri berharap pemerintah menaruh perhatian serius kepada Zohri dengan memberikan pendampingan dan pelatihan secara maksimal.

“Kalau saya lihat kehidupan Zohri itu lari dan bisa dibilang ruhnya yang memilih kekuatan pada speed-nya. Jadi harus ada pengecekan total, yang tubuhnya harus diperiksa benar-benar kuat,” cetus politisi asal NTB itu.

Fahri menegaskan, jangan sampai ketika jadi ASN hanya disuruh bawa-bawa map ke mana-mana, antar surat, yang dapat mengakibatkan potensi Zohri dan itu bikin negata kacau juga. Terlebih ini menyangkut juara dunia. Sehingga lanjutnya, berhati-hatilah dalam nawarkan sesuatu.

“Kasihan dia. Ini orang harus dijaga dan berlatih didampingi coach hingga nanti masuk kelas dewasa bisa mengalahkan Bolt. Itu yang harus dibanyangi,” paparnya sembari berharap lagi, di masa depan Zohri bisa mengalahkan rekor pelari asal Jamaika, Usain Bolt.

Bagaimana tanggapan Zohri terkait tawaran itu? Kakak kandung dari Zohri, Baiq Fazilah menyampaikan, saat komunikasi terakhir dengan saudaranya, mengaku belum berfikir terhadap tawaran tersebut.

Malah disampaikannya bahwa tidak berminat sebagai ASN. Namun, cerita yang diterima dari teman-teman sebaya Zohri, sempat bercita-cita ingin jadi Kopassus TNI-AD.

“Jangan tawaran ASN dan TNI, bantuan-bantuan dari berbagai pihak pun tidak pernah dibahas. Hanya berpesan fokus ikuti event Asian Games mendatang,” tuturnya.

Disinggung adakah yang salah dalam perhatian terhadap perhatian atlet selama ini atau pemda tidak punya anggaran khusus untuk pembinaan atletik. Barangkali pemda tutup mata terhadap atletik kita? Fahri , harapan padam. Sehingga setiap hari tidak punya harapan ,lalu saling mengabaikan.

Untuk diketahui, Zohri mempunyai berbagai torehan prestasi dimulai dari tahun 2016, sejak ia menjadi juara tiga dalam Kejuaraan Nasional antar PPLP/D cabang olahraga atletik 100 M putra. Kemudian juara dua pada kejuaraan nasional antar PPLP/D cabag olahraga atletik estavet 4×100 M putra, di Jakarta.

Tahun 2017, bintang prestasi Zohri semakin bersinar. Berbagai kejuaraan Atletik nasional berhasil ia menangi, diantaranya pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional XIV 2017 di Jawa Tengah, Zohri menjadi yang tercepat kategori lari 100 M dan 200 M putra. Masih dalam kejuaraan yang sama, Zohri berhasil meraih medali perak dalam kategori lari estavet 4 x 100 Meter atletik putra.

Di Jayapura, Papua, Zohri si Pelari Ajaib, kembali menjadi yang tercepat pada Kejuaraan Nasionsl Atletik Antar PPLP/D dan SKO, kategori lari 100 M dan 200 M putra. Selain meraih 2 medali emas kategori lari 100 M dan 200 M tersebut, Zohri pada kejuaraan yang juga berhasil meraih tempat ketiga dalam kategori lari estavet 4×100 m putra.

Masih di tahun 2017, pada Kejuaraan Atletik Panglima TNI, di Surabaya, Zohri tampil sebagai pemenang dalam kategori lari estafet 4×100 m putra, dan juga meraih medali Perak dalam kategori lari 200 M putra dalam kejuaraan tersebut.

Pada Kejuaraan Nasional Atletik U18 dan U20 di Jakarta, Zohri meraih medali emas kategori lari 200 M putra. Sebelum Zohmi berlaga di Tampere, Finlandia, ia mengikuti kejuaran Asian Schools Games Singapure 2017 dan berhasil meraih medali Perak dalam kategori lari 200 M putra.

“Bakat itu terlihat sejak kelas 1 SMP. Dia sering latihan lari di pinggir pantai Bangsal dan juga keliling desa ini. Alhamdulilah, ini medali-medali yang berhasil diraih dari hasil kerja kerasnya”, kata Lalu Ma’rif, kakak kandung Lalu Mohammad Zohri.

Dia memaparkan, prestasi itu sebanyak 7 medali emas, 3 medali Perak dan 2 pedali perunggu berhasil diraih sebelum menjuarai lari 100 meter pada ajang IAAF World U20 Championships, dengan catatan waktu 10,18 detik, di Tampere, Finlandia. (TN-04)

Related Articles

Back to top button