Nasional

Din Syamsudin Berharap Jokowi Atau Prabowo Ambil Wakil Tokoh Agama

Mataram, Talikanews.com – Staf Khusus kepresidenan untuk dialog dan kerjasama antar agama dan peradaban, Din Syamsudin berpandangan, sebagai salah seorang tokoh yang berlatar belakang gerakan Islam, Jokowi atau Prabowo bisa mengambil calon wakil dari kalangan Islam. Karena saat ini, dua figur yang dikabarkan akan kembali bertarung pada 2019 mendatang itu calon wakilnya masih misterius.

Terkait gubernur NTB, M Zainul Majdi atau TGB yang disebut sebut? Tentu secara pribadi mengaku bangga sebagi putra NTB banyak figur yang sudah menasional.

Saat ini selain unsur NW TGB kata dia, tetapi kalangan Agama yang disebut sebut seperti Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siraj, dari Unsur Muhammadiyah, Ketua Umum MUI, bahkan PKS juga menawarkan dua rekannya.

Meski demikian, bagi Din Syamsudin hal itu sah sah saja secara konstitusional yang boleh mengajukan capres atau cawapres dari parpol atau gabungan partai politik.

“Tapi siapapun nantinya yang dipilih kalau bisa saling dorong agar bersatu padu. jika ada dari kalangan Islam kita saling mendukung,” ungkapanya di Mataram.

Khsusus dari NTB, dirinya juga sempat disebut-sebut. Baru baru ini muncul lagi nama Fahri Hamzah, kemdudian mantan ketua MK, Hamdan Zulfa. Tentu hal itu sah sah saja. Itu menunjukkan NTB mampu memproduksi calon calon pemimpin nasional.

“Intinya siapa saja harus kita bersatupadu nantinya,” bebernya.

Pada kesempatan itu juga pria kelahiran pulau Sumbawa itu menyinggung saat ini bangsa Indonesia dilanda dengan potensi gejala yang tidak rukun. Hal ini terlihat dari segelintir anak muda yang punya wawawasan eksklusif (tertutup), fanatis dan ekstrimisme.

Menurutnya hal itu
tidak semata mata bersumber dari faktor agama tetapi dari non agama. Dalam menyelesaikan hal itu pihaknya optimis bisa diatasi dalam wacana bersifat dialektis.

“Inilah kita dorong, bangsa ini gamang kalau tidak dimunculkan wacana wacana dialog,” terangnya.

Kehadirannya di NTB merupakan bentuk giat silaturrahim pemuka agama yang sebelumnya juga dilakukan diberbagai provinsi dan kabupaten dalam rangka sosialisasi kesepakatan musyawarah besar itu sendiri maupun dalam rangka mempertahankan kearfian lokal yang ada diberbagai daerah seperi di NTB yang terdiri dari Sasak Samawa dan Mbojo.

“Ini semua guna mengembangkan kerukunan agama dan pertahankan kearifan lokal,” pungkasnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button