Daerah

Banyak Lapak Tak Terurus, Dinas Terkait Terkesan Acuh

Lombok Tengah, Talikanews.com – Banyak lapak pedagang kaki lima yang berada di seputaran Kota Praya Kabupaten Lombok Tengah, terlihat tak terurus dan terkesan tidak dikelola dengan baik oleh pengelola, bahkan instansi yang menangani dinilai tidak aktif menjalankan pengawasannya dan acuh. Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Loteng M. Samsul Qomar, Jumat (13/7).

Muhammad Samsul Qomar Ketua Komisi II mengatakan, saat ini melihat banyak lapak-lapak pedagang kaki lima yang kosong/tidak di manfaatkan lagi oleh pengelola, harusnya segera di lakukan penyegaran, harus diganti dengan yang benar-benar ingin berusaha atau berdagang bukan yang hangat hangat kuku, meski kami akan mendalami apa penyebabnya sehingga mereka berhenti berdagang dan mengosongkan lapak mereka sejauh ini.

“Lapak yang dikelola Disperindag seperti Lapangan Muhajirin sebelah timur pekerjaannya tidak bisa diselesaikan dengan baik dan ada lapak yang kosong, apa penyebabnya,” tanya M. Samsul Qomar.

Selain itu menurut Qomar sapaan M. Samsul Qomar menambahkan, Dinas perindag sebagai penanggungjawab hendaknya aktif melakukan pengawasan, jangan setelah ada tegoran baru mereka turun, padahal semua di depan mata kita, ada yang di depan SMP 1 di lapangan muhajirin dan tempat lain yang di siapkan pemda, faktornya sementara ini masih kita telusuri selain modal, kelayakan dan sistem dan pola dagang perlu di atur, misalnya mereka mau jual apa dan lokasinya dimana biar pembeli gampang mencari sesuai kebutuhan, harus ada pengawasan dan perhatian pemerintah.

“Bila nanti ada faktor lain kami akan mencarikan solusi terutama masalah modal atau faktor X lainnya,” ujarnya.

Selain itu menurut Qomar, Disperindag dalam pengaturan di lapangan tidak pernah koordinasi dengan APKLI sehingga banyak pedagang tersebut belum mendapat rekom APKLI sudah di berikan ijin berdagang, jadi susah untuk di atur selanjutnya.

“Saya meminta dinas untuk turun ke lapangan jangan hanya kalau kita tegur saja baru bergerak yang proaktif caranya tidak di pukul dulu baru jalan kalau kondisi kayak gini semua kapan majunya lombok tengah pedagang lapak lapak saja ga bisa di urus,” pungkasnya. (TN-01)

Related Articles

Back to top button