Pariwisata

HPI NTB Pilih Nahkoda, Dua Kandidat Bersaing

Mataram, Talikanews.com – Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB, saat ini sedang menggelar musyawarah daerah III untuk memilih siapa yang akan nahkodai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di bumi seribu masjid ini.
Ada dua kandidat yang perebutkan pucuk pimpinan DPD HPI NTB itu yakni, Dr H. Ainuddin SH.MH dan Fahrurozi Gaffar.

Untuk diketahui, Ainuddin merupakan ketua DPD HPI NTB yang maju kembali pada periode selanjutnya. Sementara Fahrurozi Gaffar atau akrab di panggil bang Ojie merupakan pramuwisata senior juga di NTB. Keduanya kini bertarung untuk memperebutkan posisi top leader di organisasi yang menampung para guide tersebut.

Saat memberikan sambutan, ketua DPD HPI NTB (Petahana) Ainuddin, menyamasukan, Musda DPD HPI sebagai wadah menjaring dan memilih pemimpin yang bisa mengakomodir semua anggota dan mampu melakukan interalsi dan komunikasi dengan stake holder pariwisata lainnya serta dengan pemerintah sebagai mitra utama.

Musda ini bukan ajang saling sikut dan saling menjatuhkan, melainkan mencari pemimpin yang bisa membawa nama pariwisata dengan pelayanan para pemandu wisata.

“Siapapun yang terpilih pada musda ini, harus dapat dukungan dari anggota, begitupun dirinya bila nanti tidak terpilih sebagai ketua akan mendukung kinerja ketua terpilih,” ungkapanya, Senin (9/7).

Dia mengaku, saat ini pramuwisata harus resah terhadap era serba teknologi. Dengan adanya itu, keberadaan pramuwisata terkesan sudah dibutuhkan lagi, bagaimana tidak, keberadaan go car, go food dan lain sebagainya mampu menunjukkan lokasi.

Oleh sebab itu, mari perkuat diri, berikan pelayanan kepada wisatawan. Karena tugas pramuwisata adalah memberikan pelayanan terbaik. Jangan sampai kalah oleh teknologi, terlebih jika ada go guide maka hancurlah HPI ini.

“Kedepan, saya bercita-cita bahkan sedang siapkan rancangan supaya HPI memiliki UU sendiri dan insya allah sedang kita siapkan draf untuk dibahas, ” kata dia.

Ainuddin kembali menegaskan, siapa pun yang terpilih, maka harus tetap pertahankan cita-cita kemajuan HPI “Taruskan kolam kemenengan, kekalahan dan kolam ikhlas .Tidak ada suatu perpecahan, pikirkanlah nasib organisasi,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum DPP HPI Sang Putu Subaya mengatakan pemimpin harus mampu membuat program kerja yang mampu mengakomodir semua kebutuhan para anggota. Menurut Subaya organisasi HPI merupakan orgaisasi jangkar dimana cerminan daerah berada di tangan HPI.

“Organisasi ini merupakan garda terdepan pariwisata daerah, baik buruknya daerah ini tergantung guidenya, seorang guide harus memiliki pengetahuan yang luas tentang daerah dan nasional, jadi guide harus terus belajar,” tegasnya.

Musda ini sendiri pertama kali di gelar sejak vakum hampir delapan tahun. Saat ini jumlah anggota HPI NTB hampir mencapai 1500 orang. Sementara jumlah anggota yang mempunyai hak pilih masih dalam inventaris karena saat pembukaan registrasi semua anggota belum melakukan registrasi.

“Kandidat yang kalah, jangan pernah balas dendam. Yang menang, rangkul lah anggota, tunjukkan kebesaran jiwa,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button