Politik

Ini Versi Partai Hanura NTB Untuk Ahyar – Mori

Mataram, Talikanews.com – Saling klaim kemenangan hasil pemilihan gubernur periode 2019-2023 menjelang pleno rekapitulasi suara oleh KPU NTB terus terjadi. Hal itu pun disikapi Koordinator Daerah (Korda) DPD Partai Hanura wilayah NTB, Agus Safrulah dengan bijak.

Calon anggota DPR RI dapil NTB 1 ini mengatakan, jika menemukan kejanggalan terhadap selisih tipis dari perolehan suara paslon lain, akan menempuh upaya hukum untuk menyelesaikan sengketa pilkada. Dan terhadap paslon yang kalah, dirinya meminta agar tetap berbesar hati menerima kekalahan tanpa menciderai demokrasi yang sudah berjalan dengan damai.

Hal itu ditegaskan karena, Partai pengusung pasangan calon atas nama H Ahyar Abduh dan Mori Hanafi ini pun meminta kepada seluruh pihak agar meredam diri dari gejolak terhadap perbedaan hasil yang dirilis versi hitung cepat lembaga survei. Karena, versi Hanura, pasangan yang dijagokan itu masih memegang suara tertinggi.

“Pilkada ini berjalan lancar dan aman, tapi hal yang harus diperhatikan adanya proses rekapitulasi suara. Gejolak antar timses (tim sukses) harus diredam, agar tidak menimbulkan keresahan dan kegelisahan ditengah masyarakat yang saling mengklaim kemenangan,” ungkapnya Sabtu (7/7).

Menurut pengamatannya, gejolak tim pemenangan dari masing – masing paslon perlu dikhawatirkan karena dapat menciptakan iklim demokrasi yang tidak sehat. Semisal dengan menciderai karakter paslon lain, untuk menimbulkan opini buruk ditengah masyarakat dapat menyebabkan gesekan yang timbul secara tidak langsung antar basis masa pendukung.

Sejalan dengan itu juga ia mengumumkan melalui media, jika kiprah partainya sebagai partai pengusung telah berhasil membawa perolehan suara untuk Ahyar – Mori pada posisi teratas, mengalahkan 3 paslon lain. Kemenangan atas paslon nomor 2 itu, tentu dibuktikan dengan menjabarkan beberapa indikator, salah satunya adalah kemenangan mutlak berdasarkan data real di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Soal ada timses saling klaim itu suatu hal yang biasa. Tapi nanti kita lihat saja hasilnya karena kami tidak mengikuti hitung cepat sebagai acuan. Indikator yang kami gunakan untuk klaim kemenangan yakni kami melihat dari beberapa wilayah seperti Mataram dan Lombok Barat menang mutlak, ditambah pada daerah lain meski sedikit memberikan suara, namun kemenangan itu sudah ditangan.

“Untuk yang kalah saya berharap harus menerima dan selalu menciptakan atmosfir kebersamaan untuk menciptakan situasi di NTB yang terkenal religius, silahkan lakukan proses hukum dengan sesuai aturan jika ada selisih pendapat,”tutupnya.(TN-04)

Related Articles

Back to top button