Daerah

Menteri PUPR Gantung Nasib Bypass Lembar-Kayangan

Lombok Tengah, Talikanews.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono belum bisa memberikan kejelasan detil terkait rencana pembangunan jalan bypass dari pelabuhan Lembar Kabupaten Lombok Barat ke pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, seperti yang telah dijanjikan Presiden RI Joko Widodo pada Hari Pers Nasional tahun 2016 di Kuta Lombok Tengah.

Waktu itu, Presiden memberikan instruksi dari atas panggung agar proyek tersebut segera dibangun dan dipastikan terealisasi.
Hanya saja, bagi Basuki, kepastian pembangunan bypass Lembar-Kayangan tergantung dari hasil Feasibility Study (FS) atau study kelayakan.

“Terealisasi atau tidak, itu tergantung hasil FS,” ungkap menteri yang dikenal jenaka ini di Lombok Tengah, Kamis (5/7/2018).

Basuki menjelaskan, saat ini, proyek bypass Lembar-Kayangan masih sedang digodok FS-nya. Penyusunan FS sangat penting untuk mengetahui opsi-opsi yang paling efisien jika proyek tersebut dibangun.

Basuki tidak mempersoalkan biaya yang akan menguras APBN cukup besar. Namun efisiensi menjadi hal paling utama.

“Jadi bukan hanya menghubungkan wilayah saja, tapi juga untuk pengembangan wilayah yang dilintasi,” terangnya.

Pengembangan wilayah yang dimaksud, terkait dampak ekonomi bagi masyarakat. Sehingga bukan hanya menghubungkan wilayah dari Lembar ke Kayangan saja, tetapi aktivitas perekonomian bisa meningkat jika jalan bypass tersebut dibangun.

Diperkirakan, penyusunan FS bisa tuntas tahun ini. Mengingat, proses FS hingga saat ini masih belum masuk pada hal-hal tekhnis.

“Kalau FS sudah OK, termasuk kajian ekonominya, didesain dulu DED-nya. Nanti kan harus ada juga pengeboran, pondasinya,” kata dia.

Apabila FS sudah tuntas dan DED selesai, Pemerintah daerah (Pemda) diminta untuk mempersiapkan lahan. Pemerintah pusat tidak akan mengurus pembebasan lahan.

“Pemda nanti kalau sudah selesai FS, siapkan lokasi. Lakukan pembebasan lahan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan juga proyek yang sedang difokuskan di NTB. Tahun 2018 ini, telah siap dibangun bendungan Beringin Sila.

“Beringin Sila sudah tender dan dibangun mulai tahun ini. Lalu nanti Meninting, dan dam mujur,” ungkapnya.

Beringin Sila akan digroundbreaking dalam waktu dekat. Bendungan tersebut memiliki kapasitas daya tampung air sebesar 40,5 juta meter kubik dan dapat mengairi 3.500 hektar sawah. Nilai proyeknya mencapai lebih dari Rp 1,7 triliun.
Sedangkan untuk bendungan Meninting, Basuki tidak bisa memastikan jadwalnya. Mengingat, hingga saat ini masih diselesaikan hal-hal tekhnis. Apalagi bendungan tersebut volume tampungnya mencapai 9,9 juta meter kubik dengan luas areal irigasi mencapai 1.559 hektar yang akan menelan biaya sekitar Rp 800 miliar.

“Dam Mujur juga masuk prioritas. Tapi di lombok kan sudah banyak, di sumbawa ini kita kerjakan dulu. Saat ini sedang selesaikan beberapa hal tekhnis,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button