Hukum & Kriminal

Penyelundupan Benur Lobster ke Singapura Digagalkan Di LIA

Mataram, Talikanews.com – Tim Gabungan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Mataram, bekerjasama dengan KPP Bea Cukai Mataram dan Avsec Angkasa Pura I Bandara International Lombok Nusa Tenggara Barat menggagalkan penyelundupan bibit lobster menuju negara Singapura Senin (25/6) di Bandara Lombok International Airport pukul pukul 19.15 wita.

Bibit lobster jenis mutiara dan pasir sebanyak 4 koper dengan isi 74 kantong terdeteksi alat Xray Bea cukai yang akan dikirim ke Singapura melalui Bandara LIA dibawa menggunakan Pesawat Silk Air MI 127 Rute Lop-Sin, oleh inisial L. FF beralamat di Mataram.

Kronologi kejadian pukul 14.30 Wita L. FF pergi ke rumah salah seorang pengepul inisial H, untuk mengambil barang bibit lobster. Setelah itu, pukul 17.15 Wita L. FF tiba di lombok Internasional Airport menggunakan mobil dan masuk pintu keberangkatan Lombok Internsional Airport membawa 4 koper.

Pelaku pun masuk melewati SCP satu namun tidak ada kendala dan langsung melaksanakan cekin di counter 4 Silk Air mengurusan dokumen di Imigrsi Lombok Internasional Airport, begitu masuk bagasi koper tersebut terdeteksi di Xray Bea Cukai membawa bibit lobster. Petugas bea cukai langsung berkoordinasi mencari L FF

Saat diintrogasi L FF mengaku bahwa pemilik bibit lobster tersebut adalah dirinya sendiri dan ibu R yang beralamat di Tanjung Pinang Batam yang dibeli di Keruak Lotim dari saudara inisial Z.

Adapun rincian bibit Lobster mutiara sebanyak 29.000 ekor dengan harga seharga 180.000 per ekor. Jenis pasir sebanyak 1.024 ekor seharga 65.000 per ekor, keseluruhan 30.024 Ekor

Terkait hal itu, Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Mataram, Suprayogi membenarkan kejadian tersebut.

Dia mengaku, modus yang digunakan pelaku menggunakan Koper berjumlah 4 buah, bibit lobster dikemas dalam 74 katong plastik dengan jumlah sebanyak 30.024 ekor yang akan dibawa oleh L FF ke Singapura.

“Pelaku dan barang bukti sudah dilakukan penahanan di kantor Balai KIPM Mataram untuk proses hukum lebih lanjut, “ungkap, Selasa (26/6).

Dia menegaskan, pelaku atau pengedar diduga melanggar Pasal 88 jo Pasal 16 UU RI nomor 31 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Pelaku juga melanggar Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 56/PERMEN-KP/2016

“Nanti kami akan lakukan pelepasliaran bibit lobster direncanakan hari ini Selasa (26/6) di Perairan Pantai Pandanan Kabupaten Lombok Utara, “tutupnya (TN-04)

Related Articles

Back to top button