Daerah

Sekotong Berduka, Sebanyak Tujuh Orang Meninggal di Tambang Emas

Lombok Barat, Talikanews.com – Lokasi penambangan Emas yang ada di Soge, Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong Tengah, kembali menelan tujuh orang korban meninggal dunia  Selasa (19/6).

Informasi yang diserap, sekitar tujuh orang dilaporkan tewas, diduga akibat menghirup asap dari ban bekas yang dibakar.

Menurut informasi dari berbagai sumber, bahwa kronologisnya di dalam lubang emas terdapat beberapa orang yang sedang melakukan penggalian atau pencarian emas. Namun dari lubang yang berbeda, diduga ada oknum yang melakukan pembakaran menggunakan ban karet, sehingga asap dari lubang ini masuk ketempat para pencari emas yang berada di dalam lubang galian yang lain.

Terkait hal itu itu, Kepala Desa Buwun Mas,Rohidi,S.Ip menyatakan bahwa jumlah korban bisa jadi akan bertambah,dan sudah melakukan koordinasi dengan basarnas untuk membantu evakuasi korban yang masih tersisa.

“Untuk pemulangan jenazah korban yang sebagian besar adalah warga desa buwun mas,kami tunggu hasil pemeriksaan dari puskesmas dulu,setelah itu kami akan koordinasi dengan keluarga korban untuk proses pemakaiannya,” ungkapnya.

Saat berita ini di turunkan suasana puskesmas sekotong semakin ramai di datangi warga untuk melihat kondisi jenazah para korban.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Komang Suartana menyampaikan, telah dievakuasi  sejumlah penambang ilegal dari lokasi tambang berada di Gunung Suge Dusun Slodong  Korban dievakuasi dan di bawa ke puskesmas sekotong menggunakan mobil milik masyarakat setempat, korban diperkirakan mencapai 13 orang dengan rincian 7 orang meninggal dunia dan 6 orang selamat.

Setelah dilakukan pemeriksaan sementara oleh pihak puskesmas sekotong, pihak keluarga korban mendesak pihak puskesmas dan pihak kepolisian agar korban segera dipulangkan untuk segera di makamkan serta pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi ( tindakan medis lebih lanjut ).

Dari hasil pemeriksaan sementara dari puskesmas sekotong bahwa meninggalnya korban diduga akibat keracunan gas yang mengakibatkan korban kekurangan oxigen, untuk luka-luka akibat kekerasan ditubuh korban tidak ditemukan.

Adapun kronologis kejadian tersebut yakni seluruh korban merupakan satu kelompok penambang ilegal yang biasa melakukan proses penambangan ( mencari emas ) didalam lobang yang sudah tidak bertuan/telah ditinggalkan oleh pemiliknya, seluruh korban mulai melakukan proses penambangan masuk kedalam lobang pada hari Senin tanggal 18 Juni 2018 sekitar pukul 20.00 WITA.

Dalam perjalanan dirasakan adanya bau asap ( barang terbakar ), karena dalamnya lobang mencapai sekitar 200 meter beberapa korban tidak bisa menyelamatkan diri dan meninggal akibat sesak nafas/kekurangan oxigen, diperkirakan asal asap dari lobang lain karena antara satu lobang dengan lobang lainnya tembus.

Adapun identitas korban yakni, untuk korban selamat :
1. Donk alamat dsn. Blongas DS Buwun mas kec sekotong lobar.
2. Suhirman alamat slodong DS Buwun mas kec sekotong lobar.
3. Rudini 28thn, alamat lekong jae DS. Serage kec. Praya barat daya kab. Loteng.
4. Munter als gonjok 35thn, alamat dsn lekong jae DS. Serage kec. Praya barat daya kab. Loteng.
5. Sukardi, 40 thn, alamat dsn. Sauh DS. Buwun mas kec sekotong kab. Lobar
6. Basri, 30thn alamat dsn. Sauh DS. Buwun mas kec. Sekotong kab. Lobar.

Korban meninggal dunia
1. Supar, 45 thn, alamat dsn banyumulek DS banyumulek kec Kediri kab lobar.
2. Judin, 35 tahun, alamat Dsn. Blongas DS Buwun Mas Kec. Sekotong Kab. Lobar.
3. Wildan, 30 thn, alamat dsn slodong DS Buwun Mas Kec. Sekotong kab lobar.
4. Nuri, 35 thn, alamat dsn. Selodong DS Buwun Mas Kec. Sekotong kab. lobar.
5. Sulaiman , 28 thn alamat Dsn. Sauh DS Buwun Mas Kec. sekotong kab lobar.
6. Ramli, 28 thn alamat Dsn Sauh DS. Buwun Mas,  Kec Sekotong Kab. lobar.
7. Sahdan/Kentung, 40 thn alamat Dsn Lekong Jae DS Serage, Kec Sekotong kab. Lobar.

“Tindakan kepolisian yakni mengevakuasi korban, melakukan olah TKP, mengidentifikasi korban, meminta keterangan Saksi, “tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button