Daerah

PU Pesimis Dam Mujur Terbangun 2020

Mataram, Talikanews.com – Masyarakat Lombok Tengah bagian selatan harus kembali menunggu untuk bisa bercocok tanam normal seperti layaknya petani yang bisa mendapatkan air kapan saja. Bagaiamana tidak, bendungan yang merupakan satu-satunya harapan petani bisa mengairi sawahnya diwacanakan pembangunan tahun 2020.

Kepala Pekerjaan Umum (PU) Provinsi NTB, Ir Weda Magma Ardi menyampaikan bahwa, jika tidak ada kendala, dam Mujur yang ada di Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah bakal dikerjakan tahun 2020. Itu pun belum bisa dipastikan karena harus melalui proses usulan ke pemerintah pusat lagi.

Dia menjelaskan, perlu diketahui, kalau mengacu pada kesiapan pemerintah untuk pembiayaan pembangunan genangan air, tidak ada masalah. Justru, LPS dan DID sudah tidak ada masalah bahkan desain sudah sertifikasi.

Hanya saja lanjutnya, yang menjadi persoalan menyangkut pembebasan lahan inti genangan air belum tuntas yakni, ada satu Dusun belum mau mengalah.

“Bagaimana mau dibangun, lahan inti genangan masih bermasalah, pemilik masih menolak,” ungkapnya Kamis (7/6).

Disinggung apakah ada muatan politis sehingga pembangunan terkesan ditunda? Ardi menegaskan, tidak ada seperti itu. Justru Dinas PU terus berupaya bagaimana pembebasan lahan tuntas, termasuk rencana pemindahan penduduk yang terkena dampak.

“Kami belum menemukan titik temu. Yang jelas, tidak ada unsur politik, ” kata dia.

Menurut Ardi, pembangunan dan mujur dinilai sangat layak, melihat kebutuhan masyarakat akan air. Hanya saja, belum menemukan titik terang khususnya pembebasan lahan yang merupakan inti genangan.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah telah membentuk panitia khusus (pansus) percepatan pembangunan. Pembentukan pansus itu dilakukan dalam agenda tambahan sidang paripurna tentang penyampaian hasil reses masa sidang I tahun 2018, di ruang sidang utama DPRD Lombok Tengah.

Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah H. Ahmad Fuaddi FT setelah membuka sidang paripurna selanjutnya menunjuk Wakil Ketua Ahmad Ziadi, sebagai pimpinan pembentukan Pansus Dam Mujur dan Sidang Paripurna pun diskors.

“Untuk pembentukan Pansus Dam Mujur ini, rapat paripurna kami skors selama lima menit,” ucap H. Ahmad Fuaddi lalu mengetok palu sidang dan menunjuk Ahmad Ziadi dari Fraksi Demokrat sebagai salah seorang inisiator pembentukan pansus.

Rapat pembentukan pansus yang dilakukan selama lima menit itu, menyepakati Suhaimi sebagai Ketua Pansus dan Legewarman sebagai wakil ketua.

Lain halnya dengan Wakil Ketua II DPRD Lombok Tengah Ahmad Ziadi mengatakan, pembentukan pansus ini sebagai bentuk tindak lanjut  dari aspirasi masyarakat, terkait pembangunan Dam Mujur itu cepat direalisasikan. Hal ini karena Dam Mujur itu sudah direncanakan sejak puluhan tahun lalu, namun hingga saat ini belum bisa terealisasi.

“Dam Mujur ini solusi untuk mengantisipasi kekurangan air bagi petani di Loteng. Sehingga dewan bersama masyarakat itu tetap akan memperjuangkan pembangunan Dam Mujur itu,” pungkasnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button