Ekonomi

Gubernur NTB Minta, Pasca Ramadhan OPD Awasi Ketersediaan dan Harga Bapok

Mataram, Talikanews.com – Dalam menjaga fluktuasi harga serta ketersediaan bahan pokok selama bulan puasa, Gubernur NTB, M Zainul Majdi meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait khususnya kepada Dinas Perdagangan agar selalu memantau, monitoring bahan pokok makanan.

Hal itu ditegakkan agar selama puasa, masyarat bisa terpenuhi kebutuhan pokok apalagi menejelang lebaran, tidak saja dijaga dari sisi ketersediaan, terpenting fluktuasi harga tidak meninggi. Disamping itu gubernur tidak menginginkan adanya pedagang nakal yang semena mena menaikkan harga diluar NET yang telah ditentutakan pemerintah. Apalagi pasca Ramadhan.

“Ini inti pokok tekanan gubernur dalam rapat pimpinan bersama seluruh OPD yang dipandu  bapak Sekda,” ungkap Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda NTB, Irnadi Kusuma.

Irnadi menjelaskan, berangkat dari pengalaman tahun tahun sebelumnya, meski tidak ada masukan dari masyarakat tetapi, pada akhir ramadan, fluktuasi harga tidak terkontrol baik. Sehingga dalam hal ini Disperindag, para stakeholder dan OPD lainnya tentu diminta juga kerja maksimal, harus intens memantau fluktuasi harga serta ketersediaan bapok menjelang idul fitri.

Sementara itu, terkait dengan adanya pedagang nakal yang memanfaatkan momentum menjelang puasa jika diketahui tentu akan diproses sesuai dengan ketentuan atau mekanisme yang menjadi acauan dasar pada OPD tersebut. Artinya gubernur mempersilahkan OPD menindaknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Soal minta ditindak, pak gubernur memang tidak menyebutnya. Tetapi gubernur tentu percaya kepada OPD apa yang harus dilakukan,” papar Irnadi.

Selain soal ketersedian dan harga Bapok, hal lain yang banyak juga disampaikan gubernur melalui Sekda, terutama menyangkut masalah anggaran seperti perbandingan serapan anggaran dibulan ini dengan tahun sebelumnya dibulan yang sama apakah sedikit atau banyak.

“Apakah target yang dicapai sedikit dibandingkan tahun lalu atau tidak. Artinya banyak evaluasi khusus serapan atau realisasai anggaran,” katanya.

Dari hasil evaluasi tersebut dapat dilihat ada progres peningkatan pada masing-maing OPD umumnya. Namun Irnadi tidak menyebutkan kenaikan serapan anggaran tersebut hanya dikatakan progres peningkatan masing masing OPD bervariasi. Umumnya mereka sudah melampaui target yang ditentukan gubernur.

Sementara terkait dengan beberpa RPJMD yang masih belum tercapai, tentu gubernur terus mendorong OPD terkait agar bisa bekerja lebih maksimal. Sebab tianggal mengitung bulan masa jabatan TGB Amin bakal berakhir.

“Minta kepada OPD lebih maksimal, tentu itu hal pasti diharapkan pak Gubernur,” tandasnya.

Rapim tertutup itu sebetulnya hanya merupakan rutinitas evaluasi triwulan Pemprov NTB. Rapim evaluasi itu untuk tahun ini baru kedua. Sehingga evaluasi secara umum disampaikan gubernur melalui Sekda.

“Untuk Juni ini, rapim rutinitas triwulan kedua,” tutup Irnadi.(TN-04)

Related Articles

Back to top button