Daerah

Merasa Terancam, Petani Tembakau Ngadu ke Dewan

Lombok Tengah, Talikanews.com – Belasan petani tembakau merasa terancam gagal tanam hingga gagal panen tahun ini.

Pasalnya, air yang mereka butuhkan untuk mengairi ladang sebelum proses tanam tidak kunjung ada.

Hal ini pula yang mendasari para petani datang ke Kantor Dewan untuk mengadu dan meminta solusi kepada pemerintah daerah.

Massa dipimpin langsung oleh Hamzanwadi sebagai ketua Forum Silaturahmi Untuk advokasi Petani dan Tembakau (Forsuadsipt).

Hamzan sebagai perwakilan menyampaikan, petani mulai resah karena sampai saat ini mereka belum berani menanam tembakau karena kelangkaan air yang melanda wilayah mereka.

“Kalau tembakau terlambat di tanam, itu sama artinya menanam hutang dan menunggu kematian,” tegasnya.

Lebih jauh dikatakan, untuk menanggulangi itu, sejumlah petani malah terpaksa berhutang ke rentenir hanya untuk membeli air guna mengairi sawah mereka.

“Harga air itu tidak sedikit, sampai 6 juta untuk mengairi satu hektare,” sambungnya.

Belum lagi masalah pupuk yang terus langka ketika musim tanam masuk. Hal ini harus menjadi atensi pemerintah.

Sementara itu, Kadis Pertanian Loteng, Lalu Iskandar mengatakan, pemerintah sedang mengupayakan bantuan melalui sistem pipanisasi.

“Yang jadi masalah, pipa kita masih kurang besar, kita butuhkan yang 8 inc sampai 10 inc, yang kita punya baru 6 inc,” jelasnya.

Sementara itu, Mayuki sebagai Ketua Komisi III DPRD Loteng mengungkapkan pihaknya akan mendorong Pemkab segera menyelesaikan persoalan ini.

“Kemarin memang sudah ada komunikasi dengan BWS dan sudah ada usulan terkait solusi itu,” tandasnya. (CR.1-TN)

Related Articles

Back to top button