Ekonomi

Loteng Tidak Ada Desa Sangat Tertinggal, Kedepan Desa Fokus Pengentasan Kemiskinan

Lombok Tengah, Talikanews.com – Dana Desa (DD) di Kabupaten Lombok Tengah mengalami peningkatan, dari sebelumnya Rp 118 miliar menjadi Rp 155 miliar. Namun, kenaikan itu dilakukan, karena melihat di Loteng masih cukup angka kemiskinan. Walaupun di Loteng, tergolong desanya sudah banyak berkembang, ada yang maju dan mandiri.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan  (Kemenkeu) Dr. Boediarso Teguh Widodo mengakui, di Loteng kebanyakan desa sudah berkembang. Bahkan, ada 88 desa tergolong berkembang, dua desa mandiri, tujuh desa maju, 30 desa tertinggal dan sangat tertinggal tidak ada.

Namun, yang membuat dana desa naik di Loteng karena tingkat kemiskinan yang masih tinggi. Untuk itulah, ia berharap dana desa tahun ini lebih di fokuskan pada pengentasan kemiskinan, dengan memprioritaskan pembangunan dan pemberdayaan.

Sehingga seluruh desa harus melaksanakan system padat karya tunai dengan mekanisme swakelola untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan.

“Pemberdayaan bisa dilakukan dengan melakukan tambahan modal di BUMDes dan memberikan modal kepada masyarakat yang mempunyai potensi, seperti kerajinan dan lainnya,” kata acara diseminasi dana desa dengan tema padat karya tunai untuk masyarakat desa.

Sehingga, wujud dari dana desa tahun 2018 ini ada empat, yakni bagaimana  membagi dana desa agar lebih pro kepada upaya percepatan pengetasan kemiskinan, sehingga terjadi perubahan status dari tertinggal menjadi desa berkembang dan maju serta mandri. Kedua, menggunakan dana desa untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga, melaksanakan dana desa agar menciptakan lapangan baru, menimgkatkan pendapatan daya beli masyarakat desa, memberdayakan potensi desa dan ke empat menyalurkan dana desa dengan tepat sasaran. Sehingga program pengetasan kemiskinan bisa terwujud.

“Insya Allah tahun 2019 juga dana desa akan lebih besar dari Rp 60 triliun menjadi Rp 73 trilun. Tetap diharapkan agar fokus pada pengentasan kemiskinan,” tandasnya.

Dalam kegiatan itu, dihadiri pula dari Komisi XI DPR RI, H Wilgo Zainar. Dimana, dalam kesempatan itu, ia katakan berkat atensi dari pak Dirjen, Loteng bisa mendapatkan penambahaan anggaran. Apalagi, di Loteng dari tahun ke tahun terus meningkat. Ditahun 2017 saja mendapatkan sebesar Rp 118 miliar dan tahun 2018 menjadi Rp 155 miliar. 

“Kami berharap anggaran ini bisa dikelola dengan baik, sehingga tujuan dan maksud dari DD itu bisa tercapai dan terwujud,” katanya.

Sementara, Plt. Bupati Loteng, Lalu Pathul Bahri mengatakan, di Loteng semua desa sudah melaksanakan program padat karya tunai (PDKT).

Sehingga, melalui kegiatan tersebut doharapkan masyarakat bisa menciptakan lapangan kerja sendiri melalui warausaha dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat, kualitas hidup masyarakat untuk mengurangi kemiskinan dan mengurangi kesenjangan penyedian infrastruktur dasar serta mempreluas kesempatan kerja.

“Dana desa sudah disalurkan sebesar 20 perse untuk tahap I, Alhamdulillah sudah mencapai 100 persen. Tahap II sudah diajukan 40 persen. Sehingga, kami berharap agar dapat segera disalurkan untuk mempercepat proses pelaksanaan pembangunan,” harapnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button