Hukum & Kriminal

Tramadol Serang Masyarakat NTB di Usia Produktif

Mataram, Talikanews.com – Tramadol, atau nama komersialnya Ultram, adalah obat nyeri opioid yang digunakan untuk mengatasi rasa sakit menengah hingga cukup parah. Jika digunakan oral, biasanya akan bekerja dalam satu jam. Hal itu lah kerap kali disalah gunakan oleh masyarakat.

Terlebih masyarakat di Nusa Tenggara Barat, kini telah diserang khususnya usia produktif mulai dari 18 tahun hingga 41 tahun. Hal itu disampaikan Direktur Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Provinsi NTB, Dr Elly Rosila W.

Dia mengatakan, pasien yang pernah penanganan rawat inap dan rehabilitasi akibat konsumsi Tramadol tahun 2016 sebanyak 10 orang, kemudian tahun 2017 berjumlah 20 orang dan sebanyak delapan orang hingga April 2018.
Untuk yang rawat jalan pada tahun  2016 sebanyak 13 orang , tahun 2017 sebanyak 16 orang dan sebanyak 11 orang tahun 2018.

“Ini semua pada usia produktif antara 18-41 tahun,” ungkapnya Kamis (24/5).

Elly menjelaskan, khusus pasien Tramadol, penanganan yang sering dilakukan yakni langkah detoktifikasi atau keluarkan zat yang dianggap berbahaya dalam tubuhnya, oleh dokter khusus. Dikatakannya, RSJM juga fokus tangani orang gangguan jiwa.

Dimana data estimasi orang gangguan jiwa di NTB sebanyak 1.409 orang. Sedangkan gangguan jiwa berat diangka 0,21 persen dari total jumlah penduduk, sehingga di dapat estimasi meningkat tergantung dari jumlah penduduk.

Disinggung penyebab terjadinya gangguan jiwa tersebut? Dr Elly tidak bisa menyebutkannya karena sangat sulit di prediksi. Akan tetapi, untuk diketahui, hampir 80 persen pasien yang pernah ditangani menggunakan BPJS dari pemerintah akibat tidak mampu.

Sehingga bisa dikatakan penyebabnya karena ekonomi.
Kalau pun banyak, estimasi orang gangguan jiwa lanjutnya, mereka tidak boleh di pasung. Sehingga, cukup sulit menemukan ada orang gangguan jiwa dipasung karena sifatnya tersembunyi.

“Temuan pasung pada 2017 sebanyak 62 orang, akumulasi dari tahun 2011-2017 didapat sebanyak 642 kasus pasang,”kata dia.

Oleh sebab itu, Elly mengimbau kepada semua masyarakat NTB, jika menemukan ada orang gangguan jiwa dipasung supaya lapor ke aplikasi yang disediakan rumah sakit jiwa mutiara sukma disebut ‘MAKPasOL’.

“Tinggal buka playstore buka aplikasi download MAKPASOL, bisa lapor untuk ditangani, “ujarnya.

Ditegaskan Elly, kasus NAPZA atau Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif, bahan atau zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan atau psikologi seseorang mulai dari pikiran, perasaan, dan perilaku serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi pun ditangani.

Sejuah ini, kasus Napza tertangani untuk tahun 2017 sebanyak 253 kasus. Kalau dihitung sejak tahun 2009 sampai 2017, sudah ditangani sebanyak 1770 kasus.

Elly menambahkan, RSJMS juga menangani pasien HIV karena ada klinik visit untuk konsling. Data positif HIV tahun 2017 sebanyak sembilan orang. Kalkulasi pernah ditangani sejak 2008 hingga 2017 sebanyak 113 orang.

Yang jelas, HIV belum dinyatakan berbahaya karena masih bisa ditangani. Akan tetapi, jika sudah dinyatakan positif berarti ada virus, maka dilakukan penanganan agar tidak berkembang jadi AIDs, dengan pengobatan terapi.

“Sejauh ini tdk ada yang sampai meninggal, ” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button