Ekonomi

Penjualan Semen di NTB Melambat

Mataram, Talikanews.com – Tren pembangunan proyek besar di NTB beberapa tahun terakhir, tidak pengaruhi jumlah penjualan produk semen milik Indocement yang merupakan bahan utama sebuah bangunan. Justru, penjualan indocement di NTB terjadi perlambatan tahun 2018.

Periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan produksi Indocement sebanyak 317 ribu ton. Terlihat ada penurunan, terjadi tren melambat karena puasa dan lebaran.

“Justru kami berkeyakinan akhir tahun ini tren itu akan naik, saat musim hujan masyarakat pada bangun rumah,” ungkap Senior CSR Oppiser PT Indosement Noviandy, Kamis (24/5).

Dia menjelaskan mengenai pertumbuhan semen di NTB. Secara umum bicara nasional 2-3 tahun terakhir, pertumbuhan juga melambat. Dimana dari total produksi sebanyak 95 juta ton /tahun, angka konsumen berkisar 60-65 juta ton, artinya masih terjadi over suplay di pasar.

Oleh sebab itu, untuk produksi, tidak digunakan secara maksimal. Kalau pun begitu Indosement sejak berdiri tahun 1975, secara grafis perjalanan masih biasa saja. Namun, ada yang patut disyukuri pembangunan infrastruktur baru mulai dan merata sampai Indonesia bagian Timur sejak kepemimpinan Jokow-JK.

“Mudahan grafik mulai naik,” kata dia.

Noviandy mengaku kisaran pertumbuhan secara nasional diangka 6-8 persen. Untuk di NTB sendiri, pada 2017, data dari Asosiasi jumlah penjualan Indocement sebanyak 1,145  juta ton selama setahun. Terhadap merk tiga roda sendiri, pangsa pasar diangka 55 persen.

“Ini terjadi karena saingan di NTB tidak terlalu ketat seperti di Jawa Barat,” ujarnya.

Dia menambahkan, Lombok adalah market penting. Dimana, angka penjualan pada bulan  Januari – April sebanyak 314 ribu ton, sama dengan 54,3 persen diraih tiga roda. Sisanya merk yang lain.

“Kami yakin masyarakat NTB, masih berkutat pada Indocement khususnya tiga roda, “tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Check Also

Close
Back to top button