Daerah

Petani Tembakau Gendor Kantor Bupati

Lombok Tengah, Talikanews.com – Petani tembakau desa Beleka, Praya Timur mendatangi kantor bupati Lombok Tengah. Hal ini dipicu, karena tidak terima dan tahan atas sikap diam pemerintah atas kebutuhan meraka soal air. Disatu sisi, musim tanam tembakau sudah lewat.

“Kalau tidak ada solusi, kami akan kepung kantor bupati ini. Kami rela mati,” ujar salah satu petani tembakau desa Beleka, Haji Muhammad Husnawadi, kamis (24/5) dihalaman kantor bupati Loteng.

Pasalnya lanjut Husnawadi, kondisi semua petani tembakau kini sudah dililit hutang. Disatu sisi, petani belum bisa menanam, karen air yang tidak ada. Perlu diketahui, ini saja sudah lewat musim tanamnya, seharusnya pertengahan Mei. “Bibit saja kini sudah hancur. Karena sudah melewati batas tanam,” terangnya.

Untuk diketahui, harga bibit perbiji saja Rp 100 ribu. Bila dikalikan tempat tanam, berapa sudah kerugian petani. Belum lagi ditambah dengan sewa lahan, per hektar bisa mencapai Rp 12 juta.

“Ini pun kita angkat hutang dulu. Lantas nasib kami seperti apa nantinya,” jelasnya.

Intinya, petani hanya minta air untuk tanam pertama ini saja. Selanjutnya biar petani beli air. Untuk diketahui juga, beli air satu dam mencapai Rp 150 ribu per dam.

“Perlu diketahui, saat ini saja kami sudah keluarkan hingga puluhan juta,” terangnya.

Dilanjut petani lainnya, Amaq Andi. Ia merasa seperti di anak tirikan. Soalnya sungai yang ada di Kopang, malah mengalir ke barat selatan, dari bendungan Pandan Dure mengalirnya ke timur terus selatan.

“Kami malah tidak diberikan air,” tandasnya.

Untuk kata pekasi Beleka Dua Sejagat Keselat, Amaq Eka, hanya satu solusi yang bisa menjawab jeritan petani, yakni pemerintah Loteng harus segera berkoordinasi dengan pemerintah Lotim, agar bendungan Pandan Dure bisa mengairi sawah petani.

“Bila perlu kami dimintakan jadwal pula dari bendungan Pandan Dure,” tungkasnya.

Sementara, Plt. Bupati Loteng, L Pathul Bahri mengatakan, satu hal yang perlu diketahui, tidak ada pemerintah di dunia yang ingin menyengsarakan rakyat. Sehingga, apa yang menjadi keluhan petani sudah dipikirkan.

Sehingga solusinya, ketika wilayah Kopang mendapatkan air, maka sebagain akan dialihkan ke Beleka. Informasinya wilayah Kopang akan dapatkan air sebanyak 1.400 kubik, kemudian 400 kubiknya akan dialihkan ke Beleka. Tapi dengan syarat, ketika wilayah Beleka nanti mendapatkan air, harus diganti punyak Kopang.

“Insya Allah, dua hari air sudah mengalir ke Beleka. Karena, saat masih giliran Lombok Timur,” pungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button