Sosial

Material Longsor Masih Berserakan di Jalan Tujat-ujat

Lombok Tengah, Talikanews.com – Longsor yang terjadi sejak Oktober 2017 dijurang Tujat-ujat Desa Selong Belanak, Praya Barat Lombok Tengah masih berserakan dan menutupi separuh jalan raya. Seolah-olah ada pembiaran begitu saja. Disatu sisi, Pemkab sudah berkali-kali meminta provinsi turun tangan.

“Kami sudah berapa kali laporkan ke dinas PU Provinsi NTB, tapi belum ada jawaban” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng Lalu Mohamad Amir Ali pada Talikanews.com.

Ia beberkan, akses jalan itu merupakan jalan provinsi. Bukan jalan kabupaten atau jalan nasional. Sehingga, itu bukan menjadi kewenangannya untuk merapikan material itu.

“Akses itu menyambungkan  jalur selatan, dari Torok Aik Belek Desa Montong Ajan, Praya Barat hingga Desa Kuta, Pujut,” jelasnya.

Untuk itu, ia berharap  provinsi dalam hal ini Dinas PU NTB, wajib membersihkannya. Karena cukup mengganggu arus jalan.

“Kalau tetap tidak ada respon, kami akan layangkan surat, agar material itu secepatnya dibersihkan,” ujarnya.

Dinas PUPR pun, tambahnya sudah beberapa kali turun bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kesimpulannya, penanganan menjadi kewenangan provinsi. Bukan, Pemkab. Jadi, kalau tidak sanggup Dinas PU NTB, paling tidak BPBD NTB yang membantu. Terlebih, mereka memiliki alat berat yang lengkap.

“Persoalan itu memang butuh penanganan khusus. Tapi, paling tidak dibersihkan dulu bekas material yang masih beserakan hingga menutupi sebagian jalan,” tandasnya.

Sementara, Kades Selong Belanak, L Yahya mengatakan, pihaknya juga sudah melaporkan hal ini ke BPD Loteng. Tapi belum ada respon hingga kini.

“Entah siapa pun yang bertanggungjawab dan punya kewenangan, kami minta segera di bersihkan. Karena sudah mengganggu pengguna jalan yang melintas,” katanya.

Apalagi, kondisi bukit di jurang Tujat-ujat  kini tambah mengkhawatirkan. Bila turun hujan, maka akan terjadi longsor lagi, hingga akan menutupi semua badan jalan di tempat itu.

“Kami minta hal ini jangan disepelekan. Jangan ketika ada korban baru bertindak. Bila perlu saat ini dilakukan penanganan khusus,” pungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button