Daerah

Kesejahteraan Perawat Non PNS Memprihatinkan, Di RSUD Praya Hanya Naik Rp 250 ribu

Lombok Tengah, Talikanews.com – Kesejahteraan tenaga kesehatan, baik perawat maupun bidan non PNS di Lombok Tengah masih memprihatinkan. Disatu sisi, mereka dituntut memberikan pelayanan maksimal.

“Kami akui dan tidak menutup mata kesejahteraan perawat honor kita masih memprihatinkan,” ungkap Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Loteng, Ir HL Najmul Erpan.

Namun, kondisi ini tidak hanya dirasakan perawat Loteng saja, melainkan secara nasional. Karena, semua itu tergantung kemampuan daerah. Tapi, dari hasil pertemuan dengan semua pengurus PPNI di pusat rata-rata keluhannya sama yang belum bisa memberikan kesejahteraan sesuai standar UMK atau pun UMR.

“Malah kami di PPNI pusat telah mengeluarkan surat edaran, supaya perawat diberikan gaji standar tiga kali UMR,” katanya.

Buktinya, sulit sekali diterapkan. Karena kita kembali kepada kemampuan APBD. Tapi, di Loteng ada harapan sesuai dengan janji bupati dan wakil bupati yang sering diucapkan, bila KEK Mandalika sudah jalan, kesejahteraan perawat bisa terjamin.

“Untuk saat ini, hanya bisa bersabar,” ujarnya.

Hanya ada satu solusi kata Erpan, bila ada program pemerintah untuk pengangkatan Pegawai Tidak Tetap (PTT). Karena, jika ada program ini, para perawat bisa menikmati gaji dari kapitasi.

“Semua ini kita kembalikan lagi ke pemerintah,” tandasnya.

Sementara, Direktur RSUD Praya, dr Muzakir Langkir mengatakan, untuk tenaga honor di RSUD, baik perawat, bidan dan non medis akan dinaikkan gajinya dari Rp 250 ribu menjadi Rp 500 ribu.

“Kenaikan insentif ini akan berlaku Juni,” terangnya.

Sedangkan, untuk tenaga honor yang pertama sebanyak 214 orang tetap mendapatkan Jasa Pelayanan (JP). Hanya saja, 140 orang tenaga honor baru yang belum bisa mendapatkan JP, cuma dikasi insentifnya. “Kalau yang dapat JP bisa mendapat gaji sampai Rp 1 juta lebih, tergantung kinerjanya,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button