Sosial

PDAM Suplai ITDC Air Bersih dari Batujai, Nasib Tiga Kecamatan Bagaimana?

Lombok Tengah, Talikanews.com – Belum berfungsinya Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) membuat kebutuhan air bersih di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Pujut belum tercukupi. Hal ini membuat ITDC meminta suplai air dari PDAM Lombok Tengah.

“Dari hasil kesepakatan, kami akan ambilkan dari pengolahan air bersih di Bendungan Batujai,” ungkap Direktur Teknis PDAM Loteng, L. Sukemi Adiantara, diruang kerjanya.

Rencananya kata Sukemi, akan disambungkan di tujuh titik. Dimana, enam titiknya dipasang di Senek dan sekitarnya. Satunya akan dipasang menuju novotel.

Sedangkan, untuk enam titik itu daya kapasitas tampungnya 12 meter kubik atau 12 ribu liter. Menuju ke Novotel itu sebanyak 200 meter kubik atau 200 ribu liter.

“Minggu depan sudah bisa dialirkan,” terangnya.

Kemudian, dengan ada permintaan dari ITDC, ia jamin tidak akan mengganggu pensuplaian air bersih di tiga kecamatan yang sama-sama diambilkan dari WTP Bendungan Batujai.

“Tiga kecamatan itu, Praya Barat, Praya Barat Daya dan Pujut,” terangnya.

Artinya, tidak mempengaruhi debit air yang keluar. Karena debit air yang keluar juga sudah jelas. Hanya saja, pengolahan menjadi air bersih yang menjadi kendala. Karena ketika diolah, hasilnya yang tidak terlalu banyak.

“Pokoknya kami jamin pensuplaian air tidak akan terganggu di tiga kecamatan itu,” tegasnya.

Namun, untuk saat ini ia minta maaf dan permakluman warga di tiga kecamatan. Karena, pensuplaian air akan tidak normal. Itu disebabkan, cuaca yang terjadi, sehingga membuat debit air di bendungan batujai memprihatinkan, dimana elevasinya sudah mencapai 72 meter dari biasanya 91 meter.

“Atas kondisi ini, sekarang kami gunakan sistem shift atau bergiliran. Misalnya, kecamatan Pujut dapat dua hari, begitu pula di dua kecamatan itu,” pungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button