Hukum & Kriminal

Jaksa Tak Ingin Dijadikan Tameng

Lombok Tengah, Talikanews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah terus melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap sejumlah proyek di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah. Guna mencegah terjadinya kerugian negara.

“Dalam memberikan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), kami harus teliti dan penuh kehati-hatian,” ungkap Kajari Loteng, Fery Mupahir, SH. MH, didampingi Kasi Intel Kejari Loteng, Feby Rudy P, diruang kerjanya.

Pasalnya, lanjut Fery, tidak ingin melihat istitusinya dibuat jadi bamper atau beking dalam melakukan perbuatan menyimpang. Sehingga, bila ditemukan perbuatan tidak benar dalam pengerjaan proyek, tidak segan-segan mengeluarkan rekomendasi perbaikan. Jika itu diindahkan, Mou TP4D yang sudah terjalin akan dicabut. Karena, untuk apa dipertahankan juga, SKPD terkait tidak pro aktif dalam mengajak, melaporkan dan berkomunikasi terhadap perkembangan item proyek yang dikawal.

“Pokoknya kami tidak ingin dijadikan tameng,” tegas Fery.

Bila perlu kata Fery, proyek yang tadinya dilakukan TP4D, tapi progres pengerjaanya tidak beres, pasti akan diproses hukum. Setelah, Mou TP4D dicabut. Tapi, semaksimal mungkin TP4D terlebih dahulu mengupayakan pada pencegahan priventif.

“Intinya kami ini membantu dinas, agar terhindar dari masalah hukum,” tandasnya.

Kasi Intel, Feby Rudy menambahkan, sebelum dilakukan Mou TP4D, terlebih dahulu dilakukan invetarisir permasalahan terhadap item pegerjaan yang akan dikawal. Sehingga, pihaknya bisa memberikan solusi, disamping akan terus melakukan monitoring dan evaluasi. Dengan begitu, item pengerjaan itu dikerjakan dengan baik dan bagus.

Sementara, baru lima SKPD yang sudah lakukan TP4D, diantaranya, Dinas Perhubungan dengan tujuh item pekerjaan. Dilanjut, Dinas Kesehatan dengan empat item pengerjaan, Dinas Perindag lima item pengerjaan, Dinas Pertanian tiga item, seperti bibit, Alsintan dan peternakan tahun 2018.

Sedangkan, di dinas PUPR, hanya dua bidang, yakni bidang Bina Marga dengan tujuh ruas pengerjaan jalan dan bidang Cipta Karya tiga item pengerjaan, termasuk pengerjaan kantor bupati Loteng yang baru di Puyung.

“Yang lain kami tidak tahu apa alasannya tidak melakukan TP4D. Kami juga tidak paksa. Siapa yang mau, itu yang kami lakukan pengawalan dan pengamanan,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button