Hukum & Kriminal

Pengrusakan Rumah Ahmadiyah, Polda NTB Dalami Unsur Pidana

Mataram, Talikanews.com – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat belum berani memastikan, apakah ada unsur pidana dalam pengrusakan enam unit rumah milik paham Ahmadiyah yang ada di Desa Greneng Kecamatan Sakra Lombok Timur. Karena, penyidik Polres Lombok Timur akan melakukan pemanggilan saksi.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Komang Suartana mengatakan, belum memastikan apakah ada unsur pidana atau tidak. Karena, penyidik akan jadwal pemeriksaan saksi sebanyak 12 orang. Sebelum memanggil saksi, terlebih dahulu meminta keterangan korban dalam hal ini warga Ahmadiyah.

“Apakah ada unsur pidana pengrusakan atau tidak, lihat hasil pemeriksaan nanti,” ungkapnya Senin (21/5).

Yang jelas, sebanyak enam unit rumah dirusak, empat diantaranya rusak berat, dan dua unit lagi rusak ringan. Adapun jumlah warga Ahmadiyah sebanyak 23 orang, mereka di amankan di Polres Lotim dan Kodim Lotim untuk mendapatkan perlindungan.

“Yang banyak ya anak-anak, untuk perempuan sebanyak delapan orang, sisanya laki-laki, “kata dia.

Komang mengakui, adapun pemicu awal menurutnya sangat sepele yakni, ada pengajian di rumah Jasman. Kebetulan saat itu, anak setempat mengejek, anak-anak yang sedang mengaji di rumah Jasman yang merupakan penganut paham Ahmadiyah.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Diperingati lah anak-anak warga setempat, namun, anak-anak tersebut melapor ke orang tuannya sehingga sehingga terjadi insiden tersebut.

“Mungkin ada dendam lama, tapi masih kita dalami, “ujarnya.

Disinggung Spikologi penganut Ahmadiyah? Bagi Komang, korban sangat merasa terpukul terlebih adanya pengrusakan dan intimidasi. Sehingga tim dari Polres bersama Pemda berusaha memberikan mereka rasa tenang.

” Kondisi hari ini sangat kondusif. Kamu  minta kepada tokoh jaga keamanan jangan ada pengrusakan. Apalagi ini bulan suci ramadhan, sehingga menjaga hati selalu tenang,” cetusnya.

Bagaimana kondisi warga Ahmadiyah tersebut? Komang menjelaskan masih konsolidasai, rekonsiliasi dari pihak – pihak korban, di Balai kerja Lotim. Karena, rencana akan  dielokasi tempat tinggalnya oleh Pemkab setempat.  (TN-04)

Related Articles

Back to top button