Politik

Tidak Dukung Ahyar-Mori, Plt. Bupati Loteng Dilayangkan SP2

Mataram, Talikanews.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra NTB, akan melayangkan surat peringatan ke dua (SP2) terhadap L Pathul Bahri yang kini sedang menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lombok Tengah.

Sekretaris DPD Gerindra NTB, Ali Utsman Ahim menyampaikan, alasan surat peringatan ke dua dilayangkan untuk kader atas nama Pathul Bahri karena tidak searah dengan Partai. Dimana, saat ini Gerindra telah mengusung H Ahyar Abduh – H Mori Hanafi sebagai calon kepala daerah.

Artinya, ketika partai sudah menentukan pilihan, maka semua kader Gerindra harus selaras dan sejalan. Terlebih khusus bagi Pathul Bahri, merupakan kader Gerindra, didukung hajatannya untuk bisa jadi wakil bupati Lombok Tengah kemudian diusung dari Gerindra.

“Pada saat Gerindra dukung Ahyar-Mori, maka semua kader harus patuh, jika tidak ada mekanisme yakni, teguran lisan dan tertulis, ” kata dia.

Ali menegaskan, bagi kader partai Gerindra yang membandel, balelo dan membangkang, dipersilahkan mencari partai lain. Gerindra membuka pintu lebar, jalan keluar bagi kader tidak patuh.

” Silahkan pilih partai lain, kami tidak butuh kader yang tidak patuh ke partai, ” tegasnya.

Untuk diketahui lanjutnya, Gerindra itu solid dan selalu kedepankan centralisme demokrasi, tidak lepas sifatnya komando. Jika, komando perintahkan maka semua kader ikutin arahan komando.

“Dalam waktu dekat, SP2 Pathul Bahri kita layangkan,” janji dia.

Disini kenapa khusus Pathul Bahri, lama skali proses, sementara salah satu kader di Lombok Timur, begitu cepat di pecat? Bagi Ali, tidak ada perbedaan semua kader diperlakukan sama dan tidak ada kaitan berbeda arah dukungan.

Dimana, alasan Lotim dipercepat karena demi pergerakan mesin partai. Terlebih pergantian itu semaksimal dan selaras dengan kepentingan partai.

Intinya, pertimbangan SP2 bagi Pathul Bahri karena banyak bukti yang di dapat, seperti rekaman video, percakapan dan kegiatan politik tidak selaras dengan Gerindra. Dari bukti tersebut kemudahan diparipurnakan, untuk mengambil keputusan.

“Pokoknya, tidak selaras dengan Partai,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button