Nasional

Politisi PPP NTB Imbau Jangan Tantang Teroris

Mataram, Talikanews.com – Politisi PPP DPRD NTB, Hazmi Hamzar mengatakan tidak setuju serta menolak reaksi masyarakat pasca teror dengan mengatakan “kami tidak takut teroris”.

Menurut Hamzar kalimat itu tidak pas disebar luaskan sekan memancing dan menantang mereka. Mendengar kalimat tersebut tentu para teroris akan semakin tertantang bahkan mereka berani mati dalam melakukan tindakan yang menurut mereka benar.

“Tidak bagus kalimat itu. Itu kalimat menantang,” ungkapnya, Rabu (16/5).

Jika itu yang diviralkan tentu terkesan melawan sikap mereka secara rasional. Apalagi para teroris itu suka sekali dengan tantangan meski nyawa mereka melayang.

“Merek tidak takut mati kita kita ini yang takut mati,” ujar dia.

Hazmi melihat sikap reaksional yang cenderung emosional itu akan menghilangkan nalar hukum dalam menyelesaikan suatu masalah. Imbasnya semua kita, kata dia lupa bahwa kita hidup di negara hukum yang mana menyelsaikan maslah sesuai dengan ketentuan hukum atau peraturan yang telah ditetapkan.

“Kalimat itu kalimat emosional tidak menyelesaikan masalah,” tegasnya.

Dalam hal ini pria yang juga ketua dewan pembina jamaah Maraqittaklimat itu meminta agar pemerintah harus lebih hadir memberikan ketentaraman kepada daerah. Pemerintah dalam hal ini harus hadir memberikan rasa kedamaian bagi masyarat NTB.

Dia mencontohkan baik kepada para khotib atau pemberi ceramaah di masing masing agama diberikan teks ceramah yang disiapkan oleh pemerintah kepada masyarat hingga tingkat dusun. Langkah itu diyakini Hazmi salah satu bentuk bagaimana wujud pemerintah harus hadir dengan kondisi yang semakin hari dianggap kurang kondusif meski tidak di NTB. Isi ceramah itu, kata dia tentu berkaitan dengan pengakuan keberagaman, sisi toleransi serta wacana wacana kedamaian yang harus dirasakan masyarakat.

“Dengan cara itu mengantisipasi masyarakt kita tidak khawatir. Cara cara itu kan belum dilakukan sampai sekarang. Pemerintah Daerah masih diam saja,” sentilnya.

Diketahui aksi teror makin menjadi jadi setelah bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya dan gerbang Polresta Surabaya kemarin disusul penyerangan Markas Polda Riau terduga teroris yang mengendarai mobil jenis Avanza dengan cara menabrak sejumlah anggota polisi yang sedang berjaga di pintu masuk Polda tersebut.

Sementara itu, Politisi PKS dapil Loteng, Yek Agil mengatakan teroris hanya bertujuan membuat saling mencurigai satu sama lain agar takut. Sehingga dalam hal ini kata Agil semua pihak harus sama sama melawan rasa takut tersebut.

“Mereka hanya bikin kita saling curiga dan takut saja,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button