Politik

Jadi Jurkam Zul-Rohmi, TGB Disebut Tak Tunjukkan Sifat Negarawan

Mataram, Talikanews.com – Turunnya TGH M Zainul Majdi atau kerap disapa Tuan Guru Bajang (TGB) sebagai juru kampanye pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur NTB periode 2018-2023 yakni Dr.H.Zulkieflimansyah – Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, menuai kontroversi. Menurut politis PDIP NTB, Made Slamet justru menyebut, TGB tidak menunjukkan sifat negarawan.

Dia menjelaskan maksud tidak negarawan itu disaat, ada salah satu Bupati dalam hal ini Bupati Sumbawa, Husni Djibril mengajukan cuti kampanye namun tidak di izinkan oleh Gubernur. 

“Secara politik punya hak, tapi mestinya TGB bisa adil, bupati Sumbawa tidak dikasih izin, iya sebagai orang politisi penuh kecurigaan. Itulah sebabnya saya sebut TGB belum negarawan,”  ungkapnya Rabu (16/5).

Padahal, saat ini keberadaan TGB ingin dilihat oleh masyarakat NTB naik ke level nasional. Akan tetapi, jjika tidak menunjukkan sifat negarawan seperti ini, susah untuk mengambil hati masyarakat. 

“Kita lihat contoh, jika sudah level nasional tidak pernh turun sebagai Jurkam tingkat daerah, karena mereka menunjukkan sifat negarawan itu,” kata dia.

Yang jelas, dirinya selaku politisi PDIP sangat berharapan TGB naik level nasional bukan lagi daerah. Ketika bersikap seperti sebelumnya yakni tidak berikan kepala daerah lain izin kampanye, malah levelnya makin kurang. 

“Kalau mau naik level, harus jiwa negarawan ditunjukkan, iya harus adil, ” ujarnya.

Disinggung apakah turunnya TGB berpengaruh ke paslon lain misal, Paslon yang diusung PDIP seperti Ahyar-Mori? Ditegaskan Made Slamet, tidak berpengaruh ke pilkada NTB apalagi kemenangan paslon lain. Karena, turunnya TGB terlihat lebih mementingkan kelompok. 

“Soal ramai kampanye di Lotim karena kampungnya, seandainya di Mataram ramai, paling datangkan orangnya dia aja,” terangnya.

Stateman Made Slamet itu justru ditanggapi keras oleh politisi PKS, H Johan Rosihan yang merupakan partai koalisi pemenangan Zul-Rohmi. Johan menegaskan, justru berharap dengan turunnya TGB sudah dihitung aka pengaruhnya akan besar. Terlebih, sesuai tagline ‘lanjutkan ikhtiar TGB’.

“Memang kan, sejak awal posisikan TGB sebagai daya ungkit, masyarakat berfikir benar loh didukung TGB, jelas ada pengaruh di masyarakat, ” paparnya.

Soal TGB tidak adil atau tidak negarawan karena dituding tidak berikan salah satu izin kampanye ke salah satu Bupati. Bagi Johan, semua itu benar dan tidak mungkin karena, hak personal.

” Kalau pak Husni sudah ngajukan izin pasti diberikan. Kalau tidak dikasi izin bisa kok melawan, tapi alasannya kuat,” terang dia.

Lain halnya dengan pendapat ketua tim pemenangan Suhaili-Amin yakni, Hj Isvie Rupaeda. Turunnya TGB sebagai Jurkam Zul-Rohmi, tidak melihat sebagai sesuatu yang menakutkan dan itu merupakan hak TGB sebagai petinggi Demokrat. 

“Kami tidak khawatir kok, masyarakat sudah cerdas. TGB memang hebat, tapi apakah yang dijagokan sama dengan pemikiran TGB, belum tentu,” cetusnya.

Menurut politisi Golkar itu, TGB mau kampanye seluruh NTB tidak masalah. 

“Kami juga melakukan gerakan sama. Jangan di risuakan, yang jelas hasil semua lembaga survei, Suhaili-Amin masih diposisi tertinggi di NTB,” tegas dia sembari mengatakan, masyarakat cukup cerdas, orang melihat paslon tidak melihat figur. Seandainya Zul-Rohmi naik elektabilitas karena TGB wajar lah. 

“Silahkan aja tim lain legar, terlalu berlebihan yang kelas kami tidak,”. pungkasnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button