Nasional

Forkopimda NTB Nyatakan Sikap dan Dorong Pengesahan UU Terorisme

Mataram, Talikanews.com – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB, tokoh masyarakat, toko agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan organisasi keagamaan menyatakan sikap keprihatinan yang mendalam atas jatuhnya korban aksi terorisme dan belasungkawa kepada keluarga korban. 

Mereka juga mengutuk keras atas terjadinya kerusuhan di rutan salemba cabang mako brimob dan ledakan bom bunuh diri di gereja-gereja di surabaya, rusunawa sidoaro dan Mapolrestabes Surabaya. Menurut mereka tindakan tersebut adalah tindakan yang sangat biadab dan tidak berprikemanusiaan dengan jatuhnya korban orang-orang yang tidakberdosa.

Tidak hanya itu mereka juga menolak segala bentuk ujaran kebencian dan tindakan intoleransi. Menguatkan tempat ibadah sebagai wadah untuk menyampaikan pesan-pesan kedamaian dan toleransi dan mendukung pemerintah, TNI dan Polri untuk memberantas faham radikalisme dan aksi terorisme.

“Kami mengajak segenap komponen bangsa untuk bersatu padu melawan aksi terorisme, faham radikalisme dan intoleransi dan terakhir mendesak pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan rancangan undang-undang tindak pidana terorisme menjadi undang-undang, ” ungkap ketua MUI NTB, Prof H Syaiful Muslim saat memandu pernyataan sikap tersebut, Selasa (15/5).

Dia sedikit menyayangkan lambannya pengesahan UU Terorisme lantaran satu devinisi tentang pedoman penanganan. Oleh sebab itu, Forkopinda NTB desak agar ada jalan dan pedoman, siapa yang akan bertindak, apakah TNI atau polisi.

Disinggung apakah rentetan kejadian pengeboman diduga akibat pembubaran organisasi HTI? Justru ia enggan komentari lebih lebih jauh.

“Jangan bahas lain, yang jelas segera sahkan UU itu. Kenapa polisi tidak berani bertindak karena belum pedoman.  Memang kalau melihat dari peristiwa, ada bukti, tapi tidak bisa berbuat, mungkin setelah ada UU, akan ada kemudahan tinggal lacak,” kata dia.

Yang jelas, perbedaan antara jihad dengan terorisme sangat berbeda. Bisa dilihat di Fatwa MUI nomor 3 tahun 2004. (TN-04)

Related Articles

Back to top button