Nasional

Sejumlah Negara Keluarkan Travel Advice, Bandara Lombok Masih Aman

Mataram, Talikanews.com – Insiden pengeboman tiga gereja di Surabaya Jawa Timur, bukan hanya berdampak kondusifitas keamanan. Akan tetapi, berdampak juga terhadap keberlangusangan pariwisata. Contoh, ada beberapa negara mengeluarkan Travel Advice atau larangan perjalanan bagi warga negaranya.

Adapun negara tersebut yakni, Inggris, Australia, Amerika, Tiongkok, Hong Kong, Singapura, dan Irlandia. Terhadap hal itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sangat menghargai dan memandang hal tersebut sebagai sebuah kewajiban negara untuk melindungi warganya yang berada di negara lain.

“Itu bukan larangan berkunjung tapi, larangan perjalanan. Sebagai informasi pemerintah Indonesia juga pernah mengeluarkan Travel Advice untuk warga negara Indonesia di Perancis ketika terjadi serangan teror Charlie Hebdo pada tahun 2015, ” ungkap Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti, Senin (14/5).

Dia mengatakan, menyikapi serentetan peristiwa bom di Surabaya dan Sidoarjo yang terjadi dari kemarin hingga hari ini, Kemenpar berbelasungkawa terhadap para korban. Hingga saat ini Tim MKK (Manajemen Krisis Kepariwisataan) telah dan akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan ekosistem pariwisata dalam keadaan kondusif khususnya kesiapan aksesibilitas, amenitas dan atraksi di Jawa Timur dan Surabaya pada khususnya berjalan normal.

Disatu sisi, GM PT AP LIA, I Gusti Ngurah Ardita justru mengaku belum ada dampak Travel Advice khusus negara Singapura.

“Tadi kami sudah komunikasi dengan rekan Silk Air, hanya komunikasi masalah peningkatan pemeriksaan. Nanti saya cek lagi soal travel advice, ” tuturnya.

Disinggung soal antisipasi di Bandara pasca pengeboman? pihak angkasa pura telah melakukan pngamanan, sesuai standar. Dengan kondisi bisa dikatakan kondisi khusus, maka dilakukan juga langkah-langkah penanganan lebih khusus.

” Kita juga lakukan koordinasi dengan rekan kepolisian dan TNI untuk langkah pencegahan, waspada, ” terang dia.

Apakah ada pemeriksaan terhadap pengunjung ketika masuk bandara? Ngurah Ardita mengaku, selalu ada pemeriksaan, tapi tidak hanya tiba-tiba dan itu program security. Namun saat ini intensitas ditingkatkan, bersama TNI-Polri dan keamanan gabungan.

“Kita standar yakni petugas Polres ada tambahan 10 orang, TNI rutin tapi kita tetap koordinasi. Yang jelas belum ada pembatalan sampai sekarang, kondisi normal, penumpang normal, semua flight juga masih  normal, “tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button