Politik

PKS NTB : Tindakan Pengeboman di Surabaya Tak ‘Bermoral’

Mataram, Talikanews.com – Adanya tindakan pengeboman diduga oleh teroris terhadap salah satu Gereja di Surabaya, mendapatkan perhatian semua pihak. Termasuk, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ada di DPRD NTB.

Selaku ketua Fraksi, H Johan Rosihan menganggap perbuatan itu merupakan tindakan biadab dan tidak bermoral.

“Apapun motif dan atas nama apapun dalam situasi aman seperti di Surabaya adalah tindakan biadab dan tidak bermoral,” ungkapnya, Minggu (13/5).

Dia menegaskan, PKS NTB sangat mengutuk pelaku kejadian tersebut karena kehilangan rasa kemanusiaan dan berpotensi merusak tatanan kemanusiaan dan bermasyarakat serta merusak hubungan baik antar Ummat beragama.

Oleh sebab itu, PKS NTB meminta kepada Kepolisian RI untuk bertindak cepat dan tepat mengungkap pelaku dan tidak membiarkan kasus ini mengambang tanpa akhir.

“Kepada keluarga korban kami menyampaikan belasungkawa dan duka cinta yang mendalam, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kesabaran dan ketabahan,” kata dia.

Selain itu, dirinya meminta kepada seluruh komponen bangsa untuk Arif Bijaksana dalam menyikapi kasus ini dengan tidak menyebarkan informasi yang tidak valid serta menahan diri dari asumsi-asumsi liar yang tidak mendasar, baik dalam perbincangan apalagi menyebarkan di media sosial.

Disinggung apakah itu berlaku untuk Surabaya sendiri, bagaiamana dengan NTB yang dikenal pulau seribu masjid. Disatu sisi, berbagai macam suku dan etnis ada disana? Johan menjelaskan, di NTB juga pernah terjadi lebih dahsyat tanggal 17 Januari 2000 yang dikenal dengan 171.

“Saya pikir semua pihak di NTB sudah merasakan dampaknya, ” ucap dia.

Untuk dipahami, pelajaran pentingnya adalah jangan mudah di provokasi apalagi melakukan spekulasi isu, terlebih mengaitkan dengan eksistensi agama tertentu. Karenanya menurutnya, tidak ada hubungannya dengan banyak atau sedikitnya gereja atau bangunan peribadatan lainnya.

“Ini penting saya sampaikan jangan sampai ini menjadi isu kebencian atas agama tertentu,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Back to top button