Daerah

Krisis Air, Tanaman Padi Terancam Gagal Panen

Lombok Tengah, Talikanews.com – Tanaman padi di Lombok Tengah diprediksi gagal panen. Karena, debit air yang mengalir dari Daerah Irigasi (DI) Jurang Sate dan sungai Babak mengalami penurunan akibat dampak kemarau panjang.

“Debit air di DI  Jurang Sate kini tinggal 1.300 liter dan di sungai babak hanya 1.500 liter,”  ungkap Kepala Dinas PUPR Loteng, Amir Ali, kemarin.

Disatu sisi kata Amir, areal sawah yang akan diari oleh DI Jurang Sate dan sungai Babak sebanyak 50 ribu hektar tanaman padi. Jadi, ini tidak sebanding antara luas area tanam dengan kondisi debit air yang ada.

“Kalau seperti ini kami prediksi petani akan gagal panen,” ujarnya.

Seharusnya, bulan ini petani menanam palawija. Karena melihat kondisi dan informasi dari BMKG saat ini sudah memasuki musim kemarau kering. Tapi, bisa dilihat petani tetap saja ngotot menanam padi.

“Intinya kami akan terus berusaha untuk bisa memenuhi kebutuhan air para petani,” terangnya.

Salah satu langkah, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Balai Wiayah Sungai (BWS) NT I NTB untuk bisa mensuplai air yang ada di sungai Jangkok dan Keru. Begitu pula, ada penambahan air dari HLD Jangkok-Babak dan HLB Babak-Renggung.

“Kita berharap dengan adanya penambahan air ke DI Jurang Sate, tanaman padi petani yang ada di wiliyah Lombok Tengah terhindari dari gagal panen,” harapnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button