Daerah

Porger P2N Berbasis Masjid Bertekad Melawan Narkoba

Lombok Tengah, Talikanews.com – Pelopor Gerakan Anti Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) atau Porger P2N Berbasis Masjid Kabupaten Lombok Tengah resmi dikukuhkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lombok Tengah, Rabu (9/5) di Masjid Nurul Islam kelurahan Leneng, Praya.

Dalam pengukuhan yang dirangkaikan kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan, semua pemuda yang tergabung dalam Porger P2N bertekad melawan atau pun memerangi peredaran narkoba di Loteng yang kian memprihatinkan.

“Mari bulatkan tekad dan komitmen kita untuk memerangi narkoba yang kini sudah memprihatinkan di Loteng,” seru Anggota Komisi IV DPRD Loteng, H Ahmad Supli, SH sekaligus inisiator pembentukan Perger P2N Berbasis Masjid di Loteng.

Bagiamana tidak memprihatinkan kata Ahmad Supli, di media baik social dan cetak pihak Kepolisian selalu merilis penangkapan narkoba. Itu bukan yang ditangkap, mulai dari kalangan remaja hingga orang tua. Jadi, apa iya kita harus diam terhadap kondisi ini. Untuk itulah, pemuda yang tergabung dalam Porger P2N harus bergerak dan segera menyusun program untuk langkah melawan dan memerangi maraknya narkoba yang terjadi di tengah-tengah kita.

“Melalui program inilah kami minta pemuda bisa berbuat melawan narkoba dan melindungi keluarga, sahabatnya maupun lingkungannya dari peredaran narkoba,” terangnya.

Kemudian, kenapa harus berbasis masjid, karena masjid merupakan tempat yang terdekat dengan masyarakat dalam menyelesaikan segala persoalan yang ada. Selain itu, bila semua pemuda sudah dekat dengan masjid dan menjalankan ibadah, maka tidak ada jalan bagi pemuda mendekatkan diri dengan Napza.

“Kami harapkan melalui berbasis masjid ini, pemuda lebih suka memakmurkan masjid daripada menyiksa, membunuh dan menyengsarakan diri dengan narkoba,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Loteng, HL Dipta mengatakan, narkoba merupakan sumber dari segala kejahatan. Tidak hanya itu, kini sudah merabah ke anak- anak sekolah. Bahkan, karena mereka kecanduan, uang SPP dipakai beli narkoba.

“Kami sepakat dengan tekad dan komitmen lembaga ini untuk bersama-sama memerangi narkoba. Semoga hajatan lembaga ini bisa terwujud dan terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Ketua Porger P2N Berbasis Masjid Loteng, Anjar Siswara menjelaskan latar belakarng terbentuknya lembaga ini karena kegalauan saking banyaknya pemuda Loteng yang terjebak dan diciduk karena narkoba. Sehingga, setelah resmi terbentuk lembaga ini akan segera berkoordinasi dengan Dispora Lombok Tengah, BNN dan Kepolisian dalam rangka memberikan pembinaan supaya para remaja terhindar dari jeratan narkoba.

Selain itu, pihaknya akan melakukan pendataan untuk mengetahui daerah dan orang-orang yang terindikasi sudah terkena barang haram tersebut untuk dilakukan pembinaan agar mereka sadar dan menjauhi Narkoba.

“Untuk pecandu berat kami akan berupaya untuk melakukan pendampingan dan mendorong dilakukan rehabilitasi,” katanya.

Sedangkan, langkah dan upaya yang dilakukan selama ini oleh BNN maupun Kepolisian terhadap para pengguna, ia menilai kurang tepat. Karena penindakan bukannya akan menyelesaikan masalah, ketika mereka ditindak atau diproses hokum. Karena, dari kasat mata selama ini, setelah mereka keluar dari penjara, malah mereka bukannya berhenti menggunakan, tapi lebih terjerumus lagi.

“Sebenarnya mereka ini perlu disadarkan dengan terus intens dilakukan pembinaa. Seharusnya yang mendapatkan hukuman adalah pengedar atau produsennya, bukan pemakai yang hanya korban,” pungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button