Pariwisata

Alasan Pariwisata NTB, Taufan Banting Setir ke Politik

Mataram, Talikanews.com – Entah angin apa yang telah membisiki telinga Taufan Rahmadi, salah seorang Tom percepatan pembangunan destinasi wisata prioritas Kemenpar RI. Sehingga, harus banting setir memilih masuk ke politik dan akan maju sebagai calon legislatif Senayan Dapil Lombok.

“Saya baru saja mengambil keputusan yang sangat berat. Keputusan yang saya tahu dapat mempengaruhi banyak orang. Ya, saya telah memutuskan untuk mundur dari Kemenpar, “ungkapnya Kamis (10/5).

Dia menyampaikan, siap menanggalkan perannya sebagai PIC Mandalika, yang pernah dilakoni sejak tahun 2016. Padahal, pekerjaan tersebut telah banyak pelajaran dan pengalaman dalam membangun pariwisata untuk negeri ini, untuk NTB pada khususnya.

Selain itu, ia ingin melanjutkan bisnis keluarga, serta rencana meniti karir politik, adalah dua alasan yang melatarbelakanginya untuk mundur dari posisi saya di Tim 10. Namun sejujurnya, bukan itu alasan terkuat mengambil keputusan. Padahal, bisa saja tetap di Tim 10 sambil mengurusi bisnis keluarga, atau di Tim 10 sambil meniti karir di jalur politik.

“Saya bukan aparatur sipil negara, sehingga saya tidak terikat aturan tentang politik praktis,” kata dia.

Taufan memaparkan alasan lain memilih mundur, lebih karena ingin menghindari anggapan publik bahwa memanfaatkan posisi tim PIC 10 untuk memuluskan rencana politik. Hindari anggapan sehingga sejak bulan April sudah mengirimkan secara informal pemberitahuan kepada Ketua Tim 10 bapak Hiramsyah S. Thaib, tentang rencana mundur dari Tim itu.

Bagi dia, nengambil jalur politik pun sebenarnya tidak ada dalam rencana. Terlebih belum pernah memiliki pengalaman di politik praktis, menjadi kader partai, atau mencalonkan diri di dunia politik.

Namun, dorongan teman-teman di industri pariwisata, teman-teman pegiat desa wisata, tidak pernah berhenti untuk mencoba meyakinkan saya untuk ikut dalam Pemilihan Umum Legislatif 2019.
Rekan di dunia pariwisata yang selama ini mengenal saya dan mengetahui kinerjanya, semata-mata menginginkan saya untuk suarakan aspirasi mereka tentang pariwisata di tingkat yang lebih tinggi. Faktanya, NTB yang merupakan daerah yang hidup dari sektor pariwisata, tidak memiliki wakil di DPR RI yang secara khusus menyuarakan pariwisata.

Membulatkan tekad untuk maju di Pileg ini pun lanjutnya bukan perkara singkat. Dorongan dari teman-teman pariwisata tidak serta merta membuat memutuskan untuk maju. Beberapa bulan terakhir, dirinya banyak mengunjungi pelosok-pelosok di NTB, bertemu dan berdiskusi tentang pariwisata dengan pemuda-pemuda desa, mengajak para pemuda tersebut untuk proaktif membangun pariwisata desanya. Namun yang terjadi justru sebaliknya, mereka-mereka yang banyak bercerita kepada saya tentang bagaimana mereka menghadapi ‘tembok’ yang menghalangi mereka memaksimalkan potensi pariwisata di daerahnya.

Banyak berdiskusi dengan pemuda-pemuda desa ini, mendengarkan aspirasi mereka, membuat saya tersentuh, membuat saya sadar, bahwa yang saya lakukan selama ini di pariwisata belum seberapa jika dibandingkan kebutuhan dan harapan mereka akan majunya pariwisata di desa-desa mereka.

Mendengarkan suara harapan mereka agar pariwisata bisa berdampak lebih besar pada kesejahteraan masyarakat di desanya, benar-benar menyentuh saya, sehingga membuat saya bulatkan tekad bahwa saya harus melakukan jauh lebih besar dari ini. Aspirasi pariwisata mereka harus disuarakan di tingkat yang lebih tinggi.

Alasan-alasan inilah yang membuat saya pada akhirnya memutuskan untuk maju di dunia politik, melalui jalur pencalonan Bakal Calon Anggota Legislatif DPR RI 2019. Hal ini saya ambil semata-mata karena saya ingin suarakan aspirasi pariwisata NTB, dan memberikan dedikasi yang lebih besar untuk pariwisata Indonesia.

Tentunya kepada Bapak Menteri Pariwisata RI, Bapak Dr. Arief Yahya, serta Ketua Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas, bapak Hiramsyah S. Thaib, ingin ucapkan banyak terimakasih, atas wejangan, arahan, kesempatan, dan kepercayaan yang telah diberikan kepadanya selama menjadi PIC Mandalika.

Tentunya itu akan menjadi pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga bagi saya di dunia pariwisata. Mohon maaf apabila ada kesalahan saya selama bertugas. Kepada kawan-kawan anggota Tim 10.

“Selamat melanjutkan tugas mulia membangun dunia pariwisata Indonesia, ” pesannya.

Kepada teman, karib, kerabat, yang telah memberikan dukungan dan dorongan kepada saya, saya ucapkan beribu terimakasih. Sungguh telah menjadi kekuatan besar bagi saya untuk terus memberikan dedikasi untuk dunia pariwisata NTB. (TN-04)

 

Related Articles

Back to top button