Daerah

Pelopor Gerakan Anti Napza Berbasis Masjid Loteng di Kukuhkan

Lombok Tengah, Talikanews.com -Untuk memerangi Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) yang kian mengkhawatirkan di Lombok Tengah, pemuda Lombok Tengah yang tergabung dalam Pelopor Gerakan Anti Napza Berbasis Masjid Kabupaten Lombok Tengah terbentuk. Itu ditandai dengan akan dilakukan pengukuhan, Rabu (9/5) di Masjid Leneng, kelurahan Leneng, Praya.

Ketua Pelopor Gerakan Anti Napza Berbasis Masjid Loteng, Anjar Siswara mengatakan, terbentuknya lembaga ini atas keprihatinannya terhadap kondisi remaja di Lombok Tengah yang cukup banyak terjerumus dan terjerat narkoba. Sehingga atas inisiatif teman-teman remaja Loteng, bertekad membentuk sebuah wadah dalam rangka memerangi peredaran narkoba.

“Insya Allah, besok akan dikukuhkan,” ungkapnya ketika gelar rapat pemantapan pengukuhan lembaga Pelopor Gerakan Anti Napza Berbasis Masjid Loteng, di Praya, Selasa (8/5).

Setelah terbentuk lanjut Anjar, pihaknya akan melakukan musyawarah kerja. Sehingga, program kerja bisa tersusun jelas. Sebagai langkah pertama, pihaknya bersama teman lainnya akan melakukan penyuluhan dan sosialisasi bahayanya narkoba.

“Intinya kami ikut berperan dalam memerangi peredaran narkoba di Loteng,” tegasnya.

Sementara, Pembina Pelopor Gerakan Anti Napza Berbasis Masjid Loteng, H Ahmad Supli sangat mengapresiasi langkah dan upaya lembaga tersebut. Apalagi, diketahui di Loteng kini sudah menjamur dan maraknya peredaran narkoba.

“Kami sangat mendukung upaya yang dilakukan Pelopor Gerakan Anti Napza Berbasis Masjid Loteng,” ungkapnya.

Selanjutnya, ia berharap apa yang menjadi niat dan tekad dari lembaga ini bisa tercapai dan terwujud. Untuk itu, setelah dilantik nanti, ia menyarankan lembaga tersebut agar segera membentuk program nyatanya.

“Silahkan segera eksen dengan secepatnya membentuk programnya. Sehingga niatan dan roh dari lembaga ini bisa terwujud,” tungkasnya.

Terpisah, Penyuluh Narkoba Ahli Pertama dari BNN Provinsi NTB, Adi Setyo Prabowo, S.Spsi mengatakan, di tahun 2016 Presiden RI, Joko Widodo telah mencanangkan darurat narkoba di Indonesia. Karena, ketika itu terdapat 72 jaringan internasional masuk ke Indonesia memasok Narkoba dengan berbagai jenis.

“Hasil penelitian BNN di NTB, saat ini sudah 55.000 orang terkena dengan narkoba. Tidak menutup kemungkinan kedepan akan bertambah,” ujarnya.

Sehingga, Narkoba saat ini sudah merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memberantasnya. Apalagi, pengguna narkoba bukan saja dari kalangan remaja dan orang tua, tapi sudah menyasar anak-anak dan ini sudah sangat mengkhawatirkan.

“Mari satukan tekad dan komitmen memberantas narkoba. Sehingga generasi kita tidak terjerumus dan bisa diselamatkan dari penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button