Ekonomi

Gubernur NTB Klaim Pertumbuhan Ekonomi Tidak Ada Masalah

Mataram, Talikanews.com – Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi tanggapi santai reles Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut pertumbuhan ekonomi NTB paling belakang diantara 34 Provinsi se-indonesia.

Tanggapan santai sapaan TGB itu karena memiliki argumen tersendiri bahwa, faktanya perekonomian tersebut bagi dia sangat positif.

“Kalau pertumbuhan ekonomi dari tambang memang negatif tapi, kita tidak pernah hitung tambang,” ungkapnya Selasa (8/5).

Hal itu karena jika bicara tambang, jelas berdasarkan kebijakan perusahaan itu sendiri. Disatu sisi, pemerintah daerah tidak mau kinerja atau program yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) diukur dan bergantung kinerja perusahaan.

“Masak kinerja kita mau diukur tergantung kinerja perusahaan, kan disana ada banyak dan sedikit banyak sedikit, kan gak relevan,” kata dia.

Gubernur dua periode itu mengaku, kalau diliat diluar tambang justru diangka 4,3 persen dan mudahan bisa meningkat, namanya saja triwulan pertama.

Senada dengan Kepala Bappeda NTB, Ir H Ridwansyah bahwa data yang di pakai adalah data BPS. Dimana, ada 2 cara menghitungnya, pertumbuhan ekonomi dengan tambang dan non tambang. Selama ini, Pemprov NTB memakai perhitungan yang non tambang.

“Pertumbuhan ekonomi dengan tambang sangat dinamis, tergantung pada eskalasi kegiatan ekonomi di PT AMNT. Periode yang lalu dengan tambang, ekonomi kita tumbuh hanya 0.11 persen , non tambang tumbuh  7,10 persen. Beberapa tahun lalu malah dengan tambang kita pernah tumbuh diatas 20 persen, “tuturnya.

Bahkan lanjutnya, jika dilihat dari gambar 2 dikeluarkan oleh BPS pertumbuhan Y on Y PDRB dengan dan tanpa tambang biji logam Provinsi NTB. Dimana, pada grafik tersebut terdapat garis warna merah (dengan tambang, red), sangat fluktuatif. Sebaliknya grafik warna biru (non tambang), justru lebih stabil dan ekonomi NTB tumbuh cukup bagus selama 3 tahun terakhir diatas data nasional. (TN-04)

Related Articles

Back to top button