Daerah

Tutup Tambang Emas Prabu, Hasyim Maskuri : Bila Tidak, Sebaiknya Dibagi ke Masyarakat

Lombok Tengah, Talikanews.com -Keberadaan penambangan emas di gunung Prabu, desa Prabu, Pujut kian menjadi-jadi. Atas persoalan itu, mantan Kades Prabu periode 1996-2006, HL Hasyim Maskuri angkat bicara.

Pasalnya, Hasyim Maskuri kini melihat kondisi penambangan di gunung Prabu sudah memprihatinkan. Namun,  hingga kini beluam ada sikap dan tindakan dari pemerintah. Apalagi, dari BKSDA wilayah Lombok. Padahal lokasi penambangan kali ini dilakukan di TWA.

“BKSDA juga sudah tahu, karena saya sendiri yang kasi informasinya ke mereka, beserta fotonya lagi,” tuturnya.

Kemudian, penambangan sendiri sudah menyebar di lima titik di gunung Prabu. Selain itu, penambangan pun tidak lakukan secara terang-terangan.

“Kami menduga ada kerjasama dengan pihak aparat penegak hukum. Kalau tidak, bagaimana mungkin mereka kini sudah berani secara terang-terangan melakukan penambangan,” tegasnya.

Walaupun seperti itu, ia mendesak pihak pemerintah maupun BKSDA wilayah Lombok untuk bersikap berani menutup penambangan itu. Bila pemerintah tidak berani, sebaiknya lahan itu dibagi-bagi saja ke masyarakat. Apalagi masyarakat juga sudah mengantongi SPPT dari lahan tersebut.

“Kalau tidak berani ambil tindak, lebih baik pemerintah segera membagi lahan itu ke masyarakat,” tandasnya.

Sementara, Kepala BKSDA wilayah Lombok, L Muhammad Fadli mengatakan, sejauh ini pihaknya baru satu yang diindikasi masuk ke kawasan TWA. Itu pun pihaknya sudah laporkan ke Balai Penegak Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Kini dalam tahap penyidikan,” katanya.

Tidak hanya itu, masih ada satu lagi menjadi target, tapi itu masih di kroscek, apakah dia melakukan penambangan di luar atau didalam.

“Kita akui selama ini area penambangan sudah mendekati TWA. Karena, area diluar TWA sudah mulai berkurang, sehingga mereka mulai coba-coba masuk ke TWA,” pungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button