Pendidikan

TGB : Lulusan SMK Harus Siap Hadapi Era Revolusi Industri

Mataram, Talikanews.com – Siswa siswi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bisa dikatakan sudah sangat membanggakan. Karena telah dibekali ilmu terapan dan keterampilan, rata-rata mereka sudah siap kerja dan berkualitas. Berbicara tentang kualitas, lulusan SMK di Indonesia juga sudah memiliki kualitas yang tidak kalah dengan negara lain. Terlebih saat ini di era revolusi industri 4,0 dituntut harus siap menghadapi segala bentuk perbahan yang ada.

“Karena lulusan SMK sudah dibekali ilmu keterampilan khusus. Maka, harus mampu menghadapi era revolusi industri, “ungkap Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi saat menghadiri acara Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Nasional di Lombok Senin (7/5).

Sapaan tuan guru bajang (TGB) terus memberikan suport kepada generasi muda bahwa pentingnya pentingnya menanamkan rasa optimisme dalam belajar dan berkarya menempuh revolusi industri, diberbagai kesempatan termasuk, saat menghadiri undangan dan sebagai pembicara pada kuliah umum di beberapa daerah.

Karena, dengan optimisme dan percaya diri, maka tidak akan takut menghadapi perubahan apapun.
Dihadapan Menteri Pendidikan RI, Muhadjir Effendi yang hadir di acara LKS, TGB juga berharap supaya dilakukan pemerataan akses pendidikan ditengah program prioritas yang ada. Agar mereka bisa tetap tetap belajar dimanapun, dengan biaya yang murah, tapi kualitas pendidikannya baik.
Dihadapan 3500 peserta LKS tingkat nasional dari seluruh Indonesia dan para undangan. Gubernur dua periode menuturkan, di tengah giat Provinsi NTB membangun sektor pariwisata, sebagai salah satu dari dua sektor unggulan, kehadiran lulusan SMK diakuinya sangat membantu.

“Banyak ruang kerja yang tercipta dalam kantong industri pariwisata yang membutuhkan tenaga kerja, dan itu banyak terpenuhi dari SDM lulusan SMK,” kata dia.

Adapun jurusan seperti perhotelan, restoran maupun sektor pendukung pariwisata yang lain. Bahkan, 2008 lalu, salah satu program pemerintah daerah, yakni 100.000 wirausaha baru, hal itu menunjukkan bahwa sekitar 18 -20 persen dari ruang wirausaha baru yang terbangun, enterpreunernya adalah mereka siswa siswi lulusan SMK, yang punya semangat wirausaha kuat.

Dia mengaku, dipilihnya NTB sebagai lokasi LKS tingkat Nasional tahun ini kian menambah motivasi seluruh insan pendidikan di NTB, ditambah lagi sedang giat berpacu dan berusaha melakukan lakukan percepatan dalam seluruh sektor pembangunan, khususnya pendidikan.

“Alhamdulillah tahun kemarin NTB termasuk provinvi Top Mover dlm peningkatan IPM yang salah satu indikator yang menyebabkan NTB termasuk daerah dengan percepatan terbaik untuk IPM adalah indeks pendidikan kami. Maka, kegiatan ini menjadi tambahan semangat bagi seluruh insan pendidikan di daerah kami, “ujarnya.

Pada kesempatan sama, Mendikbud RI Muhadjir Effendi memaparkan apa yang disampaikan gubernur mengenai era revolusi industri, memang harus diperkuat karena, merupakan program pemerintah.

Itu semua ditandai dengan penggunaan secara masif teknologi digital dan semakin strategisnya peranan logaritma, termasuk artficial intelegent. Namun bagaimana cerdasnya artficial intelegent, tetap saja tidak akan mampu menggantikan peran manusia.

Menurutnya, secanggih apapun sebuah teknologi maka yang membedakannya dengan manusia adalah karena tidak punya kemampuan mencipta/kreatifitas. Kreatifitas adalah anugerah Allah SWT kepada manusia yang dapat dikembangkan.

“Kita harus mendorong anak didik kita untuk mampu berpikir kreatif, yang mana salah satu ciri kreatifitas adalah mampu menghadirkan sesuatu yg baru. Jika ingin mutu pendidikan kita tinggi, maka kita harus berani menciptakan standar yang tinggi dalam pendidikan,” pesan dia.

Untuk diketahui, kegiatan LKS tingkat nasional tahun ini digelar 7-11 Mei mendatang. Saat acara juga diserahkan penghargaan kepada pemenang I olimpiade guru nasional pendidikan dasar tahun 2018 dan pemenang uji sertifikasi kompetensi.

Sesuai laporan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemndikbud RI, Hamid Muhammad PhD, kegiatan ini digelar untuk mempromosikan kompetensi siswa SMK se Indonesia agar masyarakat bisa menyaksikan kinerja perkembangan edukasi khususnya SMK di indonesia. Masyarakat juga dapat menyaksikan langsung hasil karya siswa SMK pada stand-stand pameran yang digelar di Halaman dalam dan luar Lombok City Center. (TN-04)

 

Related Articles