Pendidikan

Dewan NTB Sesalkan Nilai UNBK Anjlok, Gubernur Tanggapi Santai

Mataram, Talikanews.com – Anjloknya nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) para siswa SMA/MA Sederajat di NTB, sangat disesalkan oleh Komisi V DPRD NTB.

Bagi salah seorang anggota Komisi V DPRD NTB yang membidangi pendidikan, M Hadi Sulthon menyayangkan penurunan nilai dari tahun sebelumnya. Mestinya, dengan anggaran pendidikan cukup besar, harus menghasilkan kuantitas dan kualitas siswa lebih baik.

Dikatakan politisi PAN itu, kalau dalam agama, jika tahun lebih baik dari tahun sebelumnya, maka dikatakan sukses. Sedangkan, jika hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka itu merupakan bukan ciri-ciri yang baik melainkan ‘dilaknat’ dalam bahasa agama.

“Kita cukup prihatin, banyak yang perlu kita pertanyakan baik pelaksanaan sistem pendidikan, bagaimana cara mengajarkan anak, “ungkapnya Senin (7/5).

Dengan kondisi ini lanjutnya, jangan sampai pendidikan tidak sesuai lagi dengan apa yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat.

“Apakah ini mungkin berimbas dengan sistem pendidikan yang selalu berubah-ubah,” kata dia.

Menurutnya, kasus seperti diharapkan menjadi pelajaran dan harus dievaluasi terutama dari stakeholder terkait kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Termasuk yang kerap menjadi persoalan yakni menyangkut kesejahteraan guru honorer.

“Jangan sampai urusan kesejahteraan guru berakibat pada menurunnya kualitas pendidikan di NTB. Harapan, ada perbaikan terus-menerus, jangan sampai ini bisa turun lagi, ” ujarnya.

Sulthon menambahkan, ada hal yang perlu didalami tentang kualitas penurunan yang dicapai dalam 1 tahun terakhir. Seperti apa metode pendidikan, cara mendidik anak pada akhirnya saat ujian nilai mereka anjlok.

” Ini kualitas kita menurun, kenapa bisa. Saya pikir menjadi pertanyaan, apakah itu karena anggaran pendidikan. Padahal sangat tinggi, kayaknya metode pendidikan yang perlu diperbaiki, “terangnya.

Dia menilai, sistem pendidikan selalu berubah-ubah. Hal ini menjadi masalah anak-anak sendiri. Disatu sisi, Dikbud jarang sekali ada laporan pendidikan, setidaknya harus sampai apa saja yang menjadi kendala ke Komisi V DPRD NTB.

Disinggung karena UNBK sudah tidak penting karena bukan syarat kelulusan? Ditegaskan Sulthon, kalaupun bukan syarat kelulusan, tapi kualitas kelulusan harus diutamakan karena, jika anak sudah mampu diberikan bekal memadai maka, akan mampu menghadapi masa depan.

Terkait hal itu, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi justru menanggapi soal penurunan nilai siswa tahun 2018 ini.

“Memang tadi pak Menteri sampaikan, soal-soal ujian diupayakan lebih kreatif, bukan lagi mengulang atau menghafal bahan yang ada. Akan tetapi, bagaimana meletakkan siswa pada satu situasi yang harus direspon, ” sambutnya.

Dia menjelaskan, soal – soal yang diberikan kepada siswa itu tidak lagi berpaku pada kisi – kisi atau tidak ada contoh dibuku. Bertujuan, mengajarkan siswa lebih berfikir kreatif, bagaimana nerangsang pemikiran, jangan suka menghafal sehingga diajarkan lebih kreatif supaya tidak kerepotan ketika ada soal yang sama seperti sebelumnya.

“Ini namanya sedang dilakukan oleh pemerintah tentang revolusi industri, tempatkan kreatifitas pada tempat yang sangat penting dalam pendidikan,” tuturnya.

Hal itu dilakukan oleh pemerintah, menurutnya supaya metode berfikir lebih kreatif karena  belum tumbuh kuat. Disinggung nilai ujian nasional tidak jadi syarat inti ketulusan, apakah itu berpengaruh sehingga siswa santai? mungkin itu faktor juga. (TN-04)

Related Articles

Back to top button