Pendidikan

Aksi Coret-Coretan Dicegat, Surat Tidak Lengkap Langsung Ditilang

Lombok Tengah, Talikanews.com – Aksi coret-coretan dan konvoi masih saja terjadi. Walaupun berbagai upaya maupun himbauan dilakukan sekolah, seolah-olah tidak mempan bagi siswa-siswi untuk tetap merayakan kelulusannya.

Namun, Sat Lantas Polres Lombok Tengah terus malakukan giat  mobiling maupun stasioner di mulai dari pagi hingga sore. Ini dilakukan untuk memperkecil ruang gerak siswa-siswi yang melaksanakan kelulusan secara ugal-ugalan.

Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman, SIK melalui Kasat Lantas Polres Loteng, AKP Suherdi mengatakan, sore ini pihaknya lakukan giat mobiling maupun stasioner di jalan Agus Salim.

Dalam giat tersebut, puluhan siswa yang melakukan coret-coretan berhasil terjaring dan diberikan tindakan penilangan. Karena, ketika itu mereka tidak dapat menunjukkan surat-surat, seperti SIM STNK dan tidak menggunakan helm.

“Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera bagi mereka,” tegasnya.

Sementara, bagi siswa yang lengkap atau bisa menunjukkan surat-suratnya, pihaknya hanya memberikan pembinaan, sekaligus menghimbau mereka untuk tidak melakukan aksi ugal-ugal. Karena, apa yang dilakukan itu akan merugikan mereka. Artinya bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan yang rugi mereka sendiri dan masa depan mereka juga akan hilang.

“Itulah tujuan dilakukan pengamanan ini, untuk menyadarkan mereka atas tindakan yang dilakukannya itu salah,” ujarnya.

Kemudian, pengamanan terhadap aksi coret-coretan para pelajar ini tidak hanya dilakukan di wilayah kota praya. Namun, pengamanan pelajaran yang merayakan kelulusan itu dilakukan oleh semua Polsek di semua sekolah SMA di masing-masing Kecamatan.

“Pengamanan ini dilakukan disemua sekolah di masing-masing rayon Polsek Kecamatan. Bahkan semua anggota Polsek juga turun melakukan pengamanan,” ungkapnya.

Sementara, Ketua MKKS SMA se Lombok Tengah, Kadian, S.Pd mengatakan, dari sekolah sudah dilakukan berbagai antisipasi. Seperti, semua siswa harus mengumpulkan baju seragam mereka, sebagai salah satu persyaratan menerima pengumaman. Tidak hanya itu, untuk mengatisipasi hal itu, sekolah membagikan pengumumannya di sore hari.

“Tapi, perlu diketahui. Malah yang lebih getol lakukan coret-coretan itu anak-anak yang telah lulus tahun lalu dan anak-anak SMP pun ada yang kita temukan ikut-ikutan melakukan coret-coretan,” ungkapnya.

Kemudian, Kasi Kesiswaan UPT SMA/SMK Loteng, Junaidi menjelaskan, tradisi corat-coretan siswa merupakan menjadi tradisi tahunan. Sehingga, pihaknya mensiasati hal itu dengan melakukan pengumuman sore hari.

“Untuk mengantisipasi kejadian itu juga, kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” terangnya.

Menurutnya, tradisi itu sebenarnya tidak baik. Bahkan, dapat mengancam keselematan siswa itu sendiri dan pengendara lain ketika melakukan konvoi.

“Kami sebenarnya berharap jangan ada lagi yang semacam itu. Bila perlu, tradisi itu dihapus,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles